POJOKSATU.id - Sebuah video yang beredar luas di media sosial belakangan ini mengundang gelombang empati dari warganet.
Rekaman tersebut memperlihatkan seorang pedagang kaki lima di kawasan Kayuringin, Bekasi Selatan.
Yang mengalami kejadian tak menyenangkan tabung gas untuk dagangannya hilang saat ia meninggalkan lapak sejenak demi menjalankan salat.
Baca Juga: Transparansi Dana Desa Diperketat, Bantuan Naik dan Pengawasan Digital Diperkuat
Dalam video singkat itu, suasana tampak hening ketika sang pedagang kembali ke tempatnya berjualan.
Ia berdiri di samping gerobaknya, memegang regulator dan selang gas yang terlepas, seolah tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Ekspresi wajahnya mencerminkan campuran antara kaget, sedih, dan bingung.
Baca Juga: 450 Personel Disiagakan! Banten Siap Hadapi Cuaca Ekstrem dan Ancaman Bencana
Ada momen ketika ia hanya menatap kosong ke arah tempat di mana tabung gas itu seharusnya berada.
Seperti berusaha memastikan bahwa apa yang ia lihat bukan sekadar kesalahan mata.
Menurut narasi yang menyertai video tersebut, sang pedagang hanya pergi dalam waktu singkat sekadar menjalankan kewajiban ibadah.
Baca Juga: Rugi Rp 20,4 Miliar, BUMD Banten Dirugikan Perjanjian Jual Beli Minyak Goreng Fiktif
Namun dalam rentang waktu sesingkat itu, tabung gas yang menjadi bagian penting dari peralatan dagangannya justru digondol orang tak bertanggung jawab.
Tabung tersebut jelas bukan sekadar benda bagi pedagang kecil, itu adalah modal kerja yang menunjang mata pencaharian harian.
Rekaman ini pun cepat menarik perhatian publik. Banyak pengguna internet yang merasa perih melihat kondisi pedagang tersebut.
Komentar-komentar bernada haru membanjiri unggahan asli.
Baca Juga: Transparansi Dana Desa Diperketat, Bantuan Naik dan Pengawasan Digital Diperkuat
Sebagian menyatakan bahwa mereka merasakan kesedihan yang sama saat melihat wajah sang pedagang yang tampak pasrah.
Ada warganet yang menyebut bahwa kehilangan seperti itu mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang, tetapi bagi pedagang kecil.
Kerugian sekecil apa pun bisa berdampak besar terhadap pemasukan hariannya.
Baca Juga: Pemkot Serang Siapkan Normalisasi Kali Padek, 300 Bangunan di Sempadan Bakal Dibongkar
Selain rasa iba, warganet juga menunjukkan kemarahan terhadap tindakan pelaku pencurian.
Banyak yang menilai bahwa mengambil barang milik pedagang kecil adalah perbuatan yang tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga menyakiti secara moral.
Terlebih lagi kejadian itu berlangsung ketika korban sedang menunaikan ibadah.
Baca Juga: SDN Pamarican 2 Akan Dibangun Ulang pada 2026, Pemkot Serang Siapkan Anggaran Rp2 Miliar
Banyak komentar yang menyebut bahwa perbuatan tersebut tergolong sangat tercela, sebab selain merampas hak orang lain.
Juga dilakukan saat pemiliknya berada dalam kondisi berbuat kebaikan.
Sejumlah netizen bahkan menyinggung tentang balasan moral dan etika.
Ada yang berpendapat bahwa tindakan seperti itu membawa konsekuensi dosa besar, terutama karena membuat seseorang kesulitan setelah menjalankan kewajiban spiritual.
Beragam dukungan moral pun mengalir. Beberapa warganet mengusulkan agar masyarakat sekitar ikut membantu pedagang tersebut dengan.
Menyebarkan informasi atau bahkan menggalang dana untuk mengganti tabung gas yang hilang.
Baca Juga: Rugi Rp 20,4 Miliar, BUMD Banten Dirugikan Perjanjian Jual Beli Minyak Goreng Fiktif
Ada juga yang berharap pihak berwajib dapat meningkatkan pengawasan di area-area yang kerap menjadi titik rawan bagi pedagang kaki lima.
Kejadian ini menjadi pengingat akan rentannya para pekerja informal yang menggantungkan hidup dari lapak yang mereka jaga setiap hari.
Mereka bekerja dalam kondisi serba sederhana, dengan modal terbatas, dan sering kali tanpa perlindungan maksimal dari risiko kehilangan.
Baca Juga: 450 Personel Disiagakan! Banten Siap Hadapi Cuaca Ekstrem dan Ancaman Bencana
Namun terlepas dari segala keterbatasan itu, banyak dari mereka tetap menjunjung nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab.
Termasuk menghentikan aktivitas berdagang untuk melaksanakan salat.***




.webp)