POJOKSATU.ID - Kejadian unik sekaligus membingungkan dalam urusan administrasi kependudukan kembali menarik perhatian masyarakat luas baru-baru ini.
Seorang warga menceritakan pengalaman pribadinya yang mendadak terhambat ketika sedang mencoba melakukan pendaftaran Nomor Induk Berusaha atau NIB.
Proses yang seharusnya berjalan lancar untuk legalitas usaha tersebut justru memunculkan respons sistem yang sangat mengejutkan.
Bagaimana tidak, sistem pendaftaran menolak berkas tersebut karena identitas sang pendaftar tercatat telah meninggal dunia.
Baca Juga: Resmi Diterapkan Mulai 1 Juli 2026: GoTo dan Grab Pangkas Potongan Komisi Ojol Jadi 8 Persen
Informasi keliru mengenai status kematian tersebut diketahui bersumber langsung dari basis data kependudukan milik otoritas terkait.
Saat proses pengisian formulir digital berlangsung, sebuah kotak notifikasi peringatan berwarna merah pekat mendadak muncul di layar gawai.
Di dalam pemberitahuan tersebut tertulis dengan jelas bahwa data yang bersangkutan berstatus meninggal dunia dalam sistem DUKCAPIL Kementerian Dalam Negeri.
Menghadapi kendala yang tidak biasa ini, sistem otomatis memberikan instruksi kepada pengguna untuk segera melakukan langkah konfirmasi lebih lanjut.
Baca Juga: Upaya Pemutakhiran Data DTSEN Jember Demi Mewujudkan Penyaluran Bansos Tepat Sasaran
Warga yang bersangkutan diminta untuk segera menghubungi layanan panggilan resmi atau Call Center Dukcapil di nomor 1500537.
Tepat di bawah kolom peringatan tersebut, terlihat pula klausul persetujuan standar mengenai syarat, ketentuan, serta kebijakan privasi yang harus disetujui pendaftar.
Fenomena salah input data kependudukan seperti ini tentu saja langsung memancing beragam reaksi dan komentar dari khalayak ramai.
Banyak masyarakat yang merasa heran sekaligus terhibur dengan error sistem yang dinilai cukup langka dan tidak terduga ini.
Hingga informasi tersebut menyebar luas, kiriman mengenai kejadian ini telah mendapatkan ribuan tanda suka serta ratusan komentar di ruang publik digital.
Tidak sedikit pula masyarakat yang membagikan ulang kisah tersebut karena merasa kejadian ini sangat menggelitik sekaligus ironis.
Peristiwa unik ini menjadi sebuah pengingat penting bagi instansi pemerintah mengenai krusialnya melakukan pemeliharaan dan sinkronisasi data secara berkala.
Melalui pemutakhiran data yang akurat, kasus kekeliruan status fatal seperti ini diharapkan tidak perlu terulang kembali di masa mendatang.***




