POJOKSATU.ID - Media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah video yang menampilkan seorang anak kecil diajari menarik minuman di dalam area masjid.

Aksi tersebut langsung memicu pro dan kontra di kalangan warganet, terutama karena minuman yang ditarik menyerupai minuman beralkohol.

Dalam video yang beredar luas, terlihat seorang anak berada di dalam masjid sambil diarahkan oleh orang dewasa untuk menarik minuman dari sebuah keran.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Wonosobo 'Kerja Sama Tapi Gaji Tak Sama' Kenapa?

Minuman tersebut diklaim sebagai minuman berperisa anggur, non-alkohol, dan aman untuk dikonsumsi anak-anak.

Meski demikian, bentuk gelas, warna minuman, serta cara penyajiannya dinilai sangat mirip dengan minuman keras.

Hal inilah yang kemudian memantik kritik tajam dari berbagai kalangan.

Baca Juga: TPG Januari 2026 Bisa Gagal Cair Jika 11 Data Ini Belum Valid di Info GTK, Guru WAJIB TAHU!

Banyak warganet menilai tindakan tersebut tidak pantas dilakukan di lingkungan masjid.

Mereka khawatir, meskipun minuman tersebut tidak mengandung alkohol, simbol dan visual yang menyerupai khamr dapat menormalkan citra minuman keras sejak usia dini.

“Masalahnya bukan soal alkohol atau tidak, tapi soal simbol dan edukasi. Ini dilakukan di masjid dan melibatkan anak kecil,” tulis salah satu warga, dilansir dari instagram pojoksatu.id (19/1/2026).

Baca Juga: TPG Cair Tiap Bulan, Namun Kesalahan Rekening dan Jam Mengajar Masih Jadi Kendala

Sebagian pihak menilai masjid sebagai ruang ibadah yang seharusnya dijaga kesakralannya.

Aktivitas yang berpotensi menimbulkan tafsir negatif dinilai perlu dihindari, terlebih jika melibatkan anak-anak yang masih dalam tahap pembentukan nilai dan pemahaman.

Di sisi lain, ada pula warganet yang membela aksi tersebut.

Baca Juga: Dana TPG Tidak Masuk Rekening Meski Skema Baru Berlaku, Guru Diminta Cek Validasi Ini

Mereka berpendapat bahwa minuman tersebut hanyalah minuman biasa tanpa kandungan alkohol dan tidak ada niat buruk di baliknya. Menurut kelompok ini, reaksi publik dianggap berlebihan.

“Selama tidak mengandung alkohol dan tidak merusak fasilitas masjid, seharusnya tidak masalah,” komentar warganet lainnya.

Namun, perdebatan tidak berhenti di situ. Isu ini berkembang menjadi diskusi yang lebih luas mengenai batas antara edukasi, hiburan, dan etika di ruang ibadah.

Baca Juga: Pemkab Batang Perpanjang SK Guru PPPK Tahun 2020, Kinerja Baik Bisa jadi Pertimbangan Utama

Banyak pihak menekankan pentingnya sensitivitas dalam memanfaatkan masjid sebagai ruang publik yang memiliki nilai spiritual tinggi.

Pengamat sosial dan keagamaan juga menyoroti peran orang dewasa dalam memberikan contoh kepada anak.

Menurut mereka, anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang dikatakan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan alami secara langsung.

Baca Juga: Umumkan Mundur dari Sinemaku Pictures, Prilly Latuconsina: Aku Akan Terus Berkarya di Ruang dan Cara Baru yang Lebih Baik

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap aktivitas di ruang ibadah memiliki konsekuensi sosial dan simbolik.

Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembentukan nilai, terutama bagi generasi muda.

Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola masjid terkait video viral tersebut.

Baca Juga: Heboh Smartwatch Kopilot Masih Aktif! Keluarga Syok Lihat Ada Langkah Kaki Usai ATR-42 Jatuh

Namun, polemik ini telah membuka ruang diskusi publik tentang pentingnya menjaga adab, etika, dan sensitivitas dalam setiap aktivitas yang dilakukan di lingkungan masjid.***