POJOKSATU.ID - Perbedaan kondisi infrastruktur di wilayah perbatasan Kabupaten Lebak, Banten, dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan publik.
Warga yang sehari-hari melintasi kawasan tersebut kerap membandingkan kondisi jalan yang dinilai sangat kontras antara dua wilayah yang secara geografis saling bersebelahan.
Keluhan warga Lebak ramai dibicarakan di media sosial. Mereka menyoroti kondisi jalan masih tanah merah dan bebatuan.
Sebaliknya, begitu memasuki wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kondisi jalan berubah drastis menjadi lebih mulus dan tertata.
Perbedaan ini bukan sekali dua kali dirasakan. Bagi warga perbatasan, kondisi tersebut sudah menjadi pemandangan sehari-hari.
Bahkan, sebagian warga menyebut perbedaan kualitas jalan terasa seolah melintasi “dua dunia” hanya dalam hitungan meter.
Baca Juga: Nasib 14 Guru PPPK di Deli Serdang Tak Diperpanjang Kontrak, Ini Penjelasan Pemkab
“Kalau sudah masuk Bogor, jalannya langsung enak. Padahal jaraknya cuma beda provinsi,” ungkap seorang warga Lebak, dikutip pojoksatu.id dari tiktok @bogorupdate.
Kondisi jalan yang rusak di wilayah Lebak dinilai mengganggu aktivitas warga, terutama mereka yang menggantungkan hidup dari mobilitas harian, seperti pedagang, petani, hingga pekerja yang bepergian lintas daerah.
Jalan yang masih tanah merah dan bergelombang tidak hanya memperlambat perjalanan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan.
Baca Juga: Pejuang CPNS Wajib Punya! Ini 8 Rekomendasi Buku Belajar untuk Tes CPNS 2026
Sementara itu, di wilayah Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bogor, pembangunan infrastruktur dinilai lebih terlihat nyata.
Ruas jalan relatif mulus, marka jalan jelas, serta perawatan dilakukan secara berkala.
Hal ini memunculkan pertanyaan di kalangan warga terkait keseriusan pemerintah daerah dalam menangani infrastruktur dasar.
Baca Juga: Lurah Plawad Karawang Timur Hadir Langsung Saat Pemilihan RW 08
Viralnya perbandingan kondisi jalan ini memicu diskusi lebih luas di kalangan netizen.
Banyak yang mempertanyakan kinerja pemerintah daerah, khususnya di Provinsi Banten, dalam mengelola dan membangun infrastruktur di wilayah perbatasan yang kerap luput dari perhatian.
Tak sedikit pula warganet yang menilai kondisi tersebut mencerminkan ketimpangan pembangunan antarprovinsi.
Baca Juga: Jangan Disepelekan, Ini Pentingnya Perawatan Gear dan Rantai Motor untuk Performa dan Keselamatan
Padahal, Provinsi Banten telah berdiri sendiri dan resmi terpisah dari Jawa Barat sejak tahun 2000.
Harapan masyarakat, Banten seharusnya mampu menunjukkan kemandirian dan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pinggiran.
Dorongan pun menguat agar Pemerintah Provinsi Banten segera mengambil langkah konkret.
Baca Juga: Dua Kandidat Bersaing Sehat di Pemilihan Ketua RW 08 Kedungsalam
Warga berharap ada perbaikan jalan yang berkelanjutan, bukan sekadar tambal sulam, agar akses antarwilayah menjadi lebih aman dan nyaman.
Bagi masyarakat perbatasan, jalan bukan sekadar infrastruktur. Ia menjadi urat nadi ekonomi, penghubung aktivitas sosial, sekaligus cerminan kehadiran negara di tengah warganya.
Perbedaan mencolok di perbatasan Lebak dan Bogor kini menjadi pengingat bahwa pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.***




