POJOKSATU.id – Insiden perselisihan antara kru bus Harapan Jaya dan Bagong di simpang empat Branggahan, Kediri, Jawa Timur, viral di media sosial.

Aksi saling dorong di tengah jalan itu tak hanya memicu perhatian publik, tapi juga memperparah kemacetan di lokasi.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 26 Maret 2026, tersebut langsung menyita perhatian pengguna jalan.

Baca Juga: Sudah Dilantik, 784 PPPK Paruh Waktu di Bener Meriah Siap Kerja Mulai April, Gaji Tertinggi Rp1,3 Juta

Dua bus terlihat berhenti dan menguasai dua lajur sekaligus, membuat arus lalu lintas tersendat.

Dalam video yang beredar, sejumlah kru dari kedua bus tampak terlibat adu mulut hingga saling dorong. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya warga yang melintas turun tangan untuk melerai.

“Wah, geger, nih geger,” terdengar suara perekam dalam video yang viral di media sosial.

Baca Juga: TPG April 2026 Diprediksi Cair 21–30 April, Ini Timeline Lengkap dari Validasi 15 April hingga SKTP Terbit Agar Guru Tidak Kehilangan Haknya

Namun demikian, di balik keributan itu, dampak yang paling dirasakan justru oleh pengguna jalan lain. Kendaraan yang melintas harus melambat bahkan berhenti karena badan jalan tertutup dua bus yang bersitegang.

Kronologi Singkat Insiden
Berdasarkan informasi yang beredar, perselisihan diduga bermula dari insiden senggolan antara kedua bus.

Bus Harapan Jaya bernopol N 7316 UI disebut menyenggol bus Bagong bernopol AG 7702 US saat mencoba menyalip di tengah kondisi lalu lintas yang padat.

Baca Juga: Tingkatkan Ketahanan Pangan, Kementan Dorong Percepatan Program CSR

Akibat kejadian tersebut, spion kanan bus Bagong patah dan bodi mengalami baret.

Sementara bus Harapan Jaya juga mengalami kerusakan di bagian kiri. Kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 juta.

Meski insiden awal tergolong ringan, situasi memanas karena kedua pihak tidak menepi dan justru terlibat cekcok di tengah jalan.

Menariknya, warganet justru lebih menyoroti dampak sosial dari kejadian ini, bukan sekadar senggolan antar kendaraan.

Baca Juga: Trump Protes Keras Iran Pungut Biaya Kapal di Selat Hormuz hingga Rp33,8 Miliar, Sebut Tak Seharusnya Terjadi

Banyak yang menilai tindakan berhenti dan bertikai di tengah jalan menunjukkan kurangnya kesadaran keselamatan dan etika berkendara.

“Jalannya sudah macet, malah dibikin jadi ring tinju,” tulis salah satu warganet.

Komentar lain juga menyinggung bahwa konflik kecil seharusnya bisa diselesaikan tanpa mengorbankan pengguna jalan lain. ***