POJOKSATU.ID - Insiden bentrokan antara aparat TNI dan Polri terjadi di Lapangan Sepak Bola Lakarada, Kelurahan Lakambau, Kecamatan Masiri, Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara, Minggu (4/1/2026) sore sekitar pukul 17.30 WITA.

Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian publik setelah sejumlah video amatir beredar luas di media sosial.

Bentrok ini melibatkan personel Satuan Brigade Mobil (Brimob) B Polda Sulawesi Tenggara dengan prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 871/La Maindo.

Baca Juga: Segini Perkiraan Gaji ke-13 2026 untuk ASN hingga PPPK

Dalam rekaman video yang beredar, tampak kedua kelompok aparat saling kejar di area lapangan sepak bola, disertai teriakan keras dan suasana yang memanas.

Kericuhan tersebut terjadi sesaat setelah pertandingan sepak bola berakhir.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekitar 500 prajurit Yonif TP 871/La Maindo hadir di lokasi untuk menyaksikan pertandingan.

Baca Juga: Gaji PPPK Januari 2026 Tak Masuk Rekening? Cek Status SK Anda

Sementara itu, jumlah personel Brimob yang berada di lapangan diperkirakan hanya sekitar 25 orang.

Awalnya, kehadiran ratusan prajurit TNI ke arah anggota Brimob diduga hanya untuk melakukan yel-yel atau selebrasi.

Namun situasi yang semula terkendali mendadak berubah tegang. Ketegangan tersebut kemudian berujung pada kericuhan dan dugaan aksi pemukulan terhadap sejumlah anggota Brimob.

Baca Juga: Gaji PNS Januari 2026 Kapan Cair? Ini Alasan Tak Semua ASN Terima Bersamaan

Akibat insiden itu, beberapa personel Brimob dilaporkan mengalami luka-luka. Meski demikian, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban maupun tingkat keparahan luka yang dialami.

Aparat keamanan segera melakukan langkah pengamanan untuk mencegah situasi semakin memburuk dan meluas ke area permukiman warga.

Pelaksana Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara, Kompol Gusti Komang Sulastra, membenarkan adanya peristiwa bentrokan tersebut.

Baca Juga: Viral! KDM Undang Pandji Cek Pembangunan Jabar Secara Langsung Usai Disebut 'Gubernur Konten'

Ia memastikan kondisi di lokasi saat ini sudah kembali aman dan terkendali.

“Benar telah terjadi bentrokan antara anggota Brimob dan TNI di wilayah Buton Selatan. Namun saat ini situasi sudah aman dan kondusif,” ujar Gusti saat dikonfirmasi pada Minggu malam.

Terkait penyebab awal kericuhan, pihak Brimob menyatakan masih melakukan pendalaman dan klarifikasi terhadap seluruh pihak yang terlibat.

Baca Juga: Viral! Warga Aceh Timur Rogoh Jutaan Rupiah Sewa Beko karena Rumah Tertimbun Lumpur Pasca Banjir Sumatera

Proses koordinasi lintas institusi pun langsung dilakukan guna mencegah terjadinya eskalasi lanjutan.

Gusti menambahkan, Komandan Batalyon yang berada di wilayah Batauga telah menjalin komunikasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan, baik dari unsur TNI, Polri, maupun pemerintah daerah.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan serta memastikan situasi di Buton Selatan tetap kondusif pasca-insiden tersebut.

Baca Juga: Maduro Sempat Mau Melarikan Diri, Trump Juga Pertimbangkan Mau Bunuh Presiden Venezuela

Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan masih melakukan pemantauan dan pengamanan di sekitar lokasi kejadian.***