POJOKSATU.id - Inovasi bensin berbahan kelapa sawit atau biogasoline dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember mulai mencuri perhatian di tengah isu krisis energi global.
Teknologi ini tak hanya menjanjikan kemandirian energi, tetapi juga menawarkan proses produksi yang lebih ramah lingkungan.
Rektor ITS, Prof Bambang Pramujati, menilai inovasi ini sebagai peluang strategis.
Baca Juga: Gokil! Promo Indomaret Diskon 50 Persen Sampai 15 April, Ini Cara Biar Gak Kehabisan!
“Ini kesempatan bagi pemerintah untuk mengembangkan sumber energi alternatif di tengah isu krisis bahan bakar akibat konflik di wilayah Timur Tengah saat ini,” ujarnya, dikutip Pojoksatu.id dari Web Resmi.
Secara teknis bensin sawit ini dibuat dari bahan utama crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah.
Prosesnya menggunakan metode catalytic cracking, yaitu teknik memecah molekul besar menjadi molekul yang lebih kecil agar menyerupai komponen bensin.
Baca Juga: Roy Suryo Cs Tegas Bantah Terima Dana dari JK di Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Murni Perjuangan Pribadi
Ketua tim peneliti, Dr Eng Hosta Ardhyananta, menjelaskan bahwa awalnya digunakan katalis alumina (γ-Al₂O₃) untuk memecah trigliserida dalam CPO.
Namun kini dikembangkan katalis baru berbasis nikel oksida (NiO) dan tembaga oksida (CuO).
“Kombinasi ini bekerja saling melengkapi, NiO memutus rantai karbon dan CuO membantu menghilangkan oksigen,” jelas Hosta.
Baca Juga: Roy Suryo Cs Tegas Bantah Terima Dana dari JK di Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Murni Perjuangan Pribadi
Hasilnya, minyak sawit bisa diubah menjadi biogasoline dengan kandungan hidrokarbon ringan (C5–C11), yang merupakan komponen utama bensin komersial.
Bahkan, efisiensi produksinya meningkat hingga 83 persen dengan suhu yang lebih rendah.
Menariknya, proses ini juga menghasilkan residu yang masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif lain, sehingga mendukung konsep minim limbah.
Saat ini teknologi tersebut sudah diuji pada mesin pertanian.
ITS pun mendorong kerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral agar bisa dikembangkan menjadi proyek nasional.
Baca Juga: Gokil! Promo Indomaret Diskon 50 Persen Sampai 15 April, Ini Cara Biar Gak Kehabisan!
Jika berhasil diproduksi massal bensin sawit bukan hanya solusi energi, tapi juga langkah nyata menuju kemandirian Indonesia.***




