POJOKSATU.id - Pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy kembali menjadi sorotan setelah menyebut kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo jauh lebih tinggi dibanding opini sejumlah pengamat.
Dalam keterangannya, Teddy menegaskan bahwa legitimasi publik terhadap kepemimpinan Prabowo bukan sekadar asumsi.
Melainkan berbasis fakta yang terlihat jelas dari dukungan masyarakat.
Baca Juga: Viral! Seskab Teddy Kritik 'Inflasi Pengamat', Data Dinilai Menyesatkan Publik
“Faktanya lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo, tidak percaya mereka,” ujarnya, dikutip Pojoksatu.id dari YT Sekretariat Presiden 12/4/2026.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respons atas maraknya analisis yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Teddy menilai sebagian pengamat justru membangun opini yang cenderung mempengaruhi persepsi publik sejak lama.
“Sebagian besar pengamat-pengamat itu adalah pengamat-pengamat yang sejak dulu sudah berusaha mempengaruhi warga membentuk opini publik,” katanya.
Ia juga menyinggung fenomena yang disebutnya sebagai inflasi pengamat, di mana terlalu banyak opini bermunculan tanpa didukung data akurat.
“Banyak sekali pengamat dan pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai fakta,” tegasnya.
Menurut Teddy, perbedaan pandangan merupakan hal wajar dalam demokrasi.
Baca Juga: Viral! Seskab Teddy Kritik 'Inflasi Pengamat', Data Dinilai Menyesatkan Publik
Namun ia mengingatkan agar setiap kritik tetap berbasis data dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Silakan beri kritik, tapi jangan sampai kita memberi statement yang membuat orang cemas terhadap negeri ini,” ucapnya.
Di tengah berbagai isu yang berkembang, pemerintah memastikan kondisi nasional tetap stabil dan terkendali.
Pernyataan ini diharapkan dapat menjadi penyeimbang di tengah derasnya arus opini yang beredar.***




