POJOKSATU.ID - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung bergerak cepat setelah beredar video viral aktivitas yang diduga pembalakan liar di Kabupaten Pesisir Barat.

Tindakan ini dilakukan menyusul kekhawatiran publik yang semakin meningkat.

Terutama setelah rangkaian bencana banjir dan longsor mematikan melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat kerusakan hutan.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, mengungkapkan bahwa tim Ditreskrimsus tiba di lokasi sejak Sabtu 6 Desember 2025 malam.

Baca Juga: Kampus Sumatra Bergerak Cepat, USK hingga Almuslim, Tangani 300 Pasien per Hari, Begini Cerita Darurat Awal Ditangani

Mereka menemukan fakta mengejutkan di wilayah Pugung Penengahan, Kecamatan Pesisir Utara.

Sebuah area hutan yang terlihat hancur dengan alat berat dan mesin gergaji masih berada di lokasi.

“Ada juga kayu-kayu yang sudah dipotong. Saat ini sudah disegel, dipasang police line,” ujarnya, dikutip dari Kompas, Minggu 7 Desember 2025.

Temuan ini langsung memunculkan dugaan kuat bahwa aktivitas pembalakan liar telah berlangsung cukup lama dan dilakukan secara terstruktur.

Baca Juga: Ucapan Bahlil Soal Banjir Sumatera Dinilai Tak Nyambung, Warga: Kami Butuh Bantuan, Bukan Nostalgia!

Kehadiran alat berat, kayu olahan, dan medan perbukitan yang rusak parah semakin mempertegas.

Bahwa kawasan tersebut telah dikeruk secara sistematis oleh pihak-pihak yang hingga kini belum terungkap identitasnya.

Yuni menegaskan bahwa Ditreskrimsus sudah meminta keterangan sejumlah saksi.

Namun hingga saat ini, polisi belum menyebutkan siapa pihak yang paling bertanggung jawab.

Publik menilai lambannya pengungkapan pelaku utama hanya akan membuka celah para cukong kayu untuk menghilangkan jejak.

“Ya ada beberapa saksi yang sedang dalam pemeriksaan,” kata Yuni.

Warga pun mulai mempertanyakan komitmen penegakan hukum. Mereka khawatir jika kasus ini tidak ditangani serius.

Praktik serupa akan berulang dan memperburuk kerusakan lingkungan yang sudah mengancam keselamatan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Biaya Politik Mahal Prabowo Jadikan Alasan, Pilkada Dikembalikan ke DPRD? Publik Protes!

Pemicu gerak cepat polisi adalah rekaman video viral yang memperlihatkan pemandangan perbukitan gundul dan tumpukan kayu hasil pembalakan.

Dalam video tersebut, tampak jelas kontur tanah yang rusak dan pepohonan yang habis ditebang seperti dipangkas tanpa ampun.

Kondisi ini membuat warga sekitar resah. Mereka takut kejadian serupa dengan bencana besar yang melanda Aceh.

Di mana pembalakan liar memperparah banjir bandang dan longsor, akan terulang di wilayah mereka.

Baca Juga: Cara Lengkap Cek NIK Dosen Secara Online di PDDikti Kemendiktisaintek, Berikut Dua Metode dan Panduan Detailnya

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Kabupaten Pesisir Barat memiliki bentang alam curam yang sangat rentan longsor jika kawasan hutan rusak.

Hujan deras yang sering mengguyur wilayah tersebut dapat memicu bencana besar tanpa peringatan.

Kasus ini mempertebal dugaan bahwa lemahnya pengawasan hutan di Lampung membuka ruang bagi mafia kayu untuk beraksi.

Jika pembalakan liar dibiarkan, Pesisir Barat bukan hanya kehilangan hutan, tetapi juga berpotensi kehilangan nyawa warganya.

Publik mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum bertindak tegas, bukan hanya menyegel lokasi.

Tetapi membongkar seluruh jaringan pelaku termasuk cukong dan oknum yang memberikan akses.

Kerusakan hutan bukan persoalan kecil, ini adalah bom waktu yang dapat meledak kapan saja.***