POJOKSATU.id - Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video yang diduga memperlihatkan tindakan asusila oleh sepasang mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) di dalam ruang kelas.

Video berdurasi sekitar 2 menit 15 detik tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu beragam reaksi publik.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang mahasiswa dan mahasiswi berada di dalam sebuah ruang kelas di lingkungan kampus.

Baca Juga: 9 Investasi Halal dan Risikonya yang Perlu Dipahami

Berdasarkan narasi yang beredar, kejadian itu diketahui setelah seorang mahasiswa lain yang berada di ruangan yang sama tertidur tanpa sengaja.

Ketika terbangun, ia disebut terkejut melihat situasi yang terjadi dan kemudian merekam kejadian tersebut menggunakan telepon genggam.

Video amatir tersebut kemudian viral dan menjadi perbincangan luas di media sosial.

Baca Juga: Hasil Polling: 80 Persen Publik Sebut Nanik S Deyang Perlu Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Dadan Hindayana Cs, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

Unair Benarkan Ada Peristiwa, Komisi Etik Turun Tangan
Universitas Airlangga akhirnya buka suara terkait video yang menjadi sorotan publik tersebut. Ketua Pusat Humas dan Protokol (PHMP) Unair, Pulung Siswantara, membenarkan adanya peristiwa yang kini tengah diperiksa oleh pihak kampus.

Menurutnya, Unair bergerak cepat melakukan investigasi untuk menjaga marwah serta integritas institusi pendidikan.

"Saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh Komisi Etik sesuai mekanisme yang berlaku," ujarnya.

Baca Juga: PAMA Perpanjang Lowongan Kerja Experience Hire hingga 25 Juni 2026, Buka Posisi Surveyor hingga Dispatcher

Pulung menjelaskan, hingga saat ini pihak kampus masih menunggu hasil pemeriksaan Komisi Etik sebelum memutuskan langkah atau sanksi yang akan diberikan kepada pihak yang terlibat.

Diketahui, dua mahasiswa yang diduga terlibat dalam video tersebut memiliki inisial HMB dari Program Studi Teknologi Sains Data, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin, serta NJ dari Fakultas Hukum Universitas Airlangga.

Pihak kampus meminta seluruh pihak untuk menahan diri dan menghormati proses pemeriksaan yang sedang berlangsung agar keputusan yang nantinya diambil tetap objektif dan adil.

Rektor Tegaskan Belum Ada Sanksi Drop Out
Sebelumnya, Rektor Universitas Airlangga Muhammad Madyan juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan drop out terhadap kedua mahasiswa yang sedang diperiksa.

Baca Juga: Aspirasi Cipayung Plus dam BEM Cirebon Raya Resmi Diteruskan ke DPR RI

"Masih belum (di-drop out), masih dilakukan pemeriksaan (oleh fakultas)," ujar Madyan.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses penanganan akan dilakukan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku di lingkungan kampus.

"Akan ditangani sesuai prosedur yang berlaku," tegasnya.

Hingga artikel ini ditulis, proses pemeriksaan internal masih berlangsung dan belum ada keputusan final yang diumumkan pihak universitas.

Baca Juga: Heboh Polemik Unggahan Pride Month SUMA UI, Alumni Tegaskan Keberatan, UI Masih Evaluasi

Unair Tekankan Nilai Moral dan Etika
Pulung Siswantara menegaskan bahwa Universitas Airlangga memiliki komitmen kuat dalam menjaga etika dan moralitas seluruh sivitas akademika.

"Universitas Airlangga memiliki visi excellence with morality. Artinya, kami tidak hanya menekankan keunggulan dalam pendidikan, tetapi juga nilai moral dan etika yang harus dijaga ketika berada di lingkungan kampus," jelasnya.

Selain itu, Unair juga mengingatkan bahwa kampus telah menyediakan mekanisme pelaporan internal yang dapat dimanfaatkan mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan apabila menemukan dugaan pelanggaran etika di lingkungan universitas.

Baca Juga: Tersangkut Kabel Milik PLN, Siswi Kelas X SMA Negeri 6 Jakarta Jatuh dan Terlindas Bus di Kawasan Blok M

Pihak kampus berharap seluruh proses dapat berjalan dengan baik sehingga hasil pemeriksaan nantinya dapat memberikan kejelasan atas kasus yang sedang menjadi perhatian publik tersebut.

Kasus Pelecehan Verbal di Unnes Juga Jadi Sorotan
Di saat kasus di Unair masih dalam tahap pemeriksaan, perhatian publik juga tertuju pada kasus lain yang melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Seorang mahasiswa Unnes diduga menjadi terlapor dalam kasus pelecehan verbal yang belakangan ramai dibicarakan di media sosial.

Kasus tersebut viral setelah beredar video yang memperlihatkan puluhan mahasiswa mendatangi dan mengepung terduga pelaku pada malam hari di lingkungan kampus.

Baca Juga: Segera Susul Justin Hubner, Asnawi Lamar Kekasihnya Artis FTV Yuriska Patricia

Dalam video yang beredar, terduga pelaku terlihat berada di area pos keamanan kampus dan sempat dikelilingi oleh massa mahasiswa.

Berdasarkan informasi yang beredar, terduga pelaku kemudian diamankan pihak kepolisian guna menghindari situasi yang berpotensi memicu kericuhan.

Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti, membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Kemarin itu ada banyak massa kumpul di Unnes. Jadi, demi keamanan pelaku, pelaku diamankan. Sudah di sini (di Polrestabes Semarang), masih proses klarifikasi," katanya.

Baca Juga: Kemenag Luncurkan Beasiswa INSIGHT, Targetkan 100 Ribu Mahasiswa Asing Kuliah di Indonesia

Menurut penjelasan kepolisian, dugaan pelanggaran yang dilakukan berupa pelecehan verbal melalui pesan WhatsApp kepada seseorang yang menggunakan jasa titip atau jastip milik terduga pelaku.

Terlihat pula dalam video yang beredar, terduga pelaku sempat memberikan klarifikasi secara terbuka dan mengaku menyesali perbuatannya.

Ia juga menyatakan tidak akan mengulangi tindakan serupa di kemudian hari.

Dua Kasus Kampus Jadi Perhatian Publik
Kasus yang melibatkan mahasiswa di Unair maupun Unnes kini sama-sama menjadi perhatian masyarakat luas.

Baca Juga: Intel Masuk Kampus Berakhir Diinterogasi Mahasiswa, Warganet: Urusan Sama UMY, Gak Usah Dipukuli Cukup di Viralkan

Meski berbeda konteks, keduanya masih berada dalam tahap pemeriksaan dan pendalaman oleh pihak yang berwenang.

Peristiwa tersebut kembali mengingatkan pentingnya menjaga etika, tanggung jawab, dan perilaku yang sesuai dengan norma di lingkungan pendidikan tinggi.

Kampus tidak hanya menjadi ruang pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat pembentukan karakter yang akan menentukan kualitas generasi muda di masa depan. ***