POJOKSATU.id — Verizon dikabarkan akan memangkas sekitar 15.000 karyawan di seluruh Amerika Serikat, sebuah langkah pemutusan hubungan kerja yang disebut-sebut sebagai yang paling besar sepanjang sejarah perusahaan.
Informasi ini diungkap oleh seorang sumber internal yang menyebut kebijakan tersebut sebagai bagian dari restrukturisasi besar yang kini dipimpin CEO baru, Dan Schulman.
Verizon Communications sendiri merupakan perusahaan telekomunikasi global berbasis di New York City.
Berdiri sejak tahun 2000, perusahaan ini menaungi berbagai unit media dan bisnis digital, serta menjalankan operasionalnya melalui empat lini utama, yakni layanan telekomunikasi domestik, jaringan nirkabel, bisnis internasional, dan layanan informasi.
Baca Juga: Ringkasan Materi Surat Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 2 Kurikulum Merdeka, LENGKAP!
Pemangkasan besar-besaran ini dilakukan ketika kompetisi di industri telekomunikasi semakin ketat.
Verizon kesulitan memperoleh pelanggan baru, sementara pesaing seperti AT&T dan T-Mobile tampil lebih agresif dengan penawaran paket yang lebih murah.
Tak hanya itu, operator kabel seperti Comcast dan Charter juga ikut memperbesar persaingan lewat layanan bundling internet dan seluler.
Menurut sumber yang sama, kebijakan PHK yang mencakup sekitar 15% total pegawai berpotensi dimulai pada pekan mendatang.
Selain itu, lebih dari 20% posisi manajemen non-serikat pekerja turut masuk daftar pemangkasan.
Perusahaan juga berencana mengalihkan sekitar 180 gerai ritel milik mereka menjadi gerai berformat waralaba.
Baca Juga: BLT Kesra dan PKH Tahap 4 2025, Gegerkan Dana yang Tersendat dan Ada Indikasi Kebocoran di Lapangan
Schulman, yang mulai memimpin Verizon sejak awal Oktober setelah lama berkarier di PayPal, menerapkan langkah ini di tengah gempuran promosi besar-besaran di industri, terutama saat peluncuran iPhone terbaru yang dipenuhi diskon dan program tukar tambah.
"Verizon membutuhkan transformasi biaya dan restrukturisasi fundamental pada pengeluaran kami. Kami akan menjadi bisnis yang lebih sederhana, ramping, dan lebih gesit," ujar Schulman.
Pada kuartal III 2024, Verizon hanya menambah 44.000 pelanggan seluler pascabayar, tertinggal dari AT&T dan jauh di bawah T-Mobile yang mencatat lebih dari satu juta pelanggan baru.
Meski kabar PHK membuat saham Verizon naik sekitar 1,5%, kinerja perusahaan selama tiga tahun terakhir tetap kurang memuaskan—hanya tumbuh 8%, sementara indeks S&P 500 melonjak hampir 70%.
Schulman juga menolak menaikkan harga layanan. Ia menilai strategi lama yang mengandalkan kenaikan tarif tanpa peningkatan jumlah pelanggan tidak lagi bisa dipertahankan.
Saat ini, Verizon masih memegang predikat sebagai operator dengan tarif tertinggi di sektor telekomunikasi.
Di akhir 2024, jumlah karyawan perusahaan berada di kisaran 100.000 orang, setelah sebelumnya mengurangi hampir 20.000 posisi dalam tiga tahun terakhir.
Tahun lalu saja, Verizon melepas 4.800 pegawai melalui program pemisahan sukarela dengan total biaya hampir US$2 miliar.
Craig Moffett dari MoffettNathanson mengatakan bahwa misi terbesar Schulman adalah menghentikan laju pelanggan yang berpindah ke kompetitor, yang kemungkinan membutuhkan subsidi besar untuk perangkat kelas premium.
Namun, Moffett meragukan apakah penghematan dari PHK skala besar ini cukup untuk menutup biaya retensi tersebut.
"Pertanyaan yang jelas adalah bagaimana Verizon berencana membayar itu. Sekarang kita tahu," kata Moffett.
Baca Juga: Pikap Oleng, Ayah dan Anak Tewas di Gowa, Polisi Dalami Dugaan Kelalaian Pengemudi
"Yang belum kita ketahui adalah apakah penghematan biaya ini benar-benar akan membantu menutupi biaya retensi pelanggan yang lebih tinggi," sambungnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Verizon aktif melakukan ekspansi besar, termasuk membeli spektrum midband senilai US$52 miliar dalam lelang 2021 sebagai bagian dari penguatan jaringan 5G.
Perusahaan juga mengakuisisi Frontier Communications seharga US$20 miliar serta membeli operator prabayar TracFone Wireless dengan nilai sekitar US$6 miliar.***




