POJOKSATU.id, SIANTAR— Vanessa Anggreini Marpaung yang viral menjadi korban KDRT suaminya di Kota Pematang Siantar ternyata seorang model.
Usia perkawinan mereka yang masih 1 tahun 5 bulan telah menyisakan trauma bagi Vanessa karena sering mendapat kekerasan seperti dicekik lehernya hingga kepala dibenturkan ke dinding.
"Terakhir kali saya disiksa itu satu hari sebelum anak saya ulang tahun, dan saya selama ini sudah menahan selama satu tahun lebih, selama itu dia melakukan KDRT kepada saya,” kata Vanessa saat diwawancarai wartawan di Mapolres Pematangsiantar, Jumat (17/7).
Baca Juga: Viral IRT Cantik di Siantar Dianiaya Suami di Depan Bayi Mereka, Pelaku Kini Diperiksa Polisi
Menurutnya, penganiayaan itu dimulai dari hal-hal kecil seperti cekcok karena beda pendapat, tersinggung sedikit saja suaminya langsung marah kepada Vanessa.
Saat ditanyai mengenai suaminya yang telah menyerahkan diri, apakah ingin berdamai atau melanjutkan proses hukum, Vanessa mengatakan bahwa akan melanjutkan proses hukum.
Menurut pengakuan Vanessha, luka akibat penganiayaan suaminya mulai dari luka lebam hingga cedera tulang kering.
"Salah satu kekerasan sering dia dilakukan di bagian leher, sering dicekik sampai tenggorokan saya sakit, kepala sering dipukul dan dibenturkan ke dinding, ditendang, hingga dipukul dengan raket nyamuk listrik," tegasnya.
Baca Juga: Peluang Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Wanita yang berprofesi sebagai model ini membeberkan bahwa berbagai bentuk perlakuan kasar ia alami, mulai dari dicekik, ditunjang, hingga dipukul dengan benda-benda tumpul.
“Lebih ke tulang kering, sakit, paling sering leher dicekik, kepala dipukuli. Pernah juga kepala terantuk ke dinding,” kata Vanessa.
“Ada beberapa alat dipakai dia mulai dari raket, botol minuman juga pernah,” sambung Vanessa.
Kendati suami dikabarkan yang bekerja sebagai karyawan swasta telah menyerahkan diri ke pihak berwajib, Vanessa mengaku tetap pada pendiriannya untuk menjebloskan suaminya ke penjara.***




