POJOKSATU.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesali aksi vandalisme yang terjadi di Gua Hira, Arab Saudi. Dalam aksi tersebut, seseorang menuliskan kata "Depok" di dinding gua tersebut.

"MUI sangat menyesali aksi vandalisme yang terjadi di Gua Hira," kata Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, dalam keterangannya, Selasa 25 Juli 2023 malam, dikutip Pojoksatu.id.

Menurut Cholil, Gua Hira merupakan tempat suci bagi umat Islam.

Baca Juga: Doktor Fengsui

Gua tersebut merupakan tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT.

"Gua Hira adalah tempat yang sangat suci bagi umat Islam. Tempat itu merupakan tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT," kata Cholil.

Cholil meminta kepada pihak berwenang untuk mengusut tuntas kasus vandalisme tersebut.

Baca Juga: PKB Tak Bisa Berbuat Banyak, 11 Bulan Deklarasi Koalisi KKIR Belum Berujung Capres Cawapres

Dia juga meminta kepada masyarakat untuk menjaga kesucian Gua Hira.

"Kami meminta kepada pihak berwenang untuk mengusut tuntas kasus vandalisme tersebut. Kami juga meminta kepada masyarakat untuk menjaga kesucian Gua Hira," kata Cholil.

Vandalisme Depok di Gua Hira ini kali pertama diunggah Husein Ja'far Al Haidar atau biasa disapa Habib Ja'far di kanal YouTube Jeda Nulis.

Baca Juga: Siti Zuhro : Kualitas Demokrasi Menurun Fenomena Tangkap Pejabat Tak Sejalan Pemerintah

Video tersebut berjudul "Why Depok di Gua Hira" dan diunggah pada Jumat 21 Juli 2023.

Sejak diunggah, video vandalisme di gua Hira dengan tulisan Depok itu pun langsung viral. 

Dalam video itu terlihat salah satu sudut dinding Gua Hira terdapat sejumlah tulisan.

Baca Juga: Tiga Perempuan asal Karawang Ngaku Diancam Pegawai Koperasi Palomak Pakai Sajam

Ada sejumlah nama yang tertulis. Namun yang menjadi sorotan adalah tulisan Depok.

"Di antara yang saya sayangkan di bebatuan jalur pendakian Gua Hira adalah vandalisme, orang corat-coret enggak jelas," kata Ja'far di rekaman video tersebut.

Dia menduga kuat bahwa pelaku vandalisme di Gua Hira itu adalah orang Indonesia.

Baca Juga: PDIP Berikan Sanksi PAW, Hj Cinta Mega Dipecat dari Anggota DPRD DKI Jakarta

"Beberapa pelaku vandalisme jelas itu orang Indonesia. Karena, lihat tuh. Namanya Rojali, Andriyani, Miftah, dan Depok, dong," bebernya.

Terpisah, Wali Kota Depok, M Idris, mengaku tidak tahu menahu soal vandalisme Depok di Gua Hira.

Akan tetapi Idris menegaskan bahwa hal seperti itu memang sangat tidak layak, terlebih sampai menyebut Depok.***