POJOKSATU.id, MEDAN- Capaian vaksinasi polio di Kota Medan sudah mencapai 96.5 persen, hal ini melebihi dari target yang dicanangkan 95 persen. Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Medan Pocut Fatimah Fitri, strategi yang dilakukan adalah berkolaborasi dengan dinas terkait, kepala lingkungan, lembaga kesehatan, dan menjemput bola ke tempat-tempat wisata.

"Selain bekerjasama dengan camat, lurah, kepling dan kader untuk mengumpulkan sasaran dan melakukan imunisasi door to door, juga dengan organisasi profesi seperti IDAI dan IBI untuk vaksinasi di rumah sakit, praktek dokter spesialis dan bidan praktek mandiri. Di samping itu, Dinas Kesehatan juga bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama untuk sasaran anak sekolah." ujar Pocut saat dihubungi, Jumat (17/3).

Ditambahkannya juga, Dinas Kesehatan juga bekerjasama dengan pusat perbelanjaan seperti Manhattan Square, Ring Road City Walk, Brastagi Supermarket Tiara, Ramayana Teladan dan Medan Mall.

"Selanjutnya, Deli Park Mall, Centre Poin, Suzuya Kampung Baru, Suzuya Marelan, Brastagi Supermarket Jalan Gatot Subroto, bahkan di Kebun Binatang Medan (Medan Zoo)," tambahnya

Mneurutnya, strategi tersebut memberikan hasil yang sangat signifikan, tempat layanan imunisasi yang disediakan ramai dikunjungi warga, termasuk pusat perbelanjaan.

"Terbukti, capaian imunisasi pin berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Medan hingga tanggal 9 Maret 2023 tercatat 161.031 balita dari target 166.943. Artinya, capaian imunisasi pin telah berada di angka 96,5 persen." tutupnya.

Sementara itu, praktisi dan pemerhati kesehatan Kota Medan dr David Luther Lubis SKM M.Ked (OG) Sp.OG (K), mengatakan dibutuhkan metode jemput bola untuk meningkatkan cakupan imunisasi nasional dan kualitas kesehatan masyarakat khususnya.

"Karena, salah satu tantangan pelaksanaan imunisasi ini adalah masih kurang nya pemahaman masyarakat atau orang tua sehingga pelaksanaan imunisasi di tempat umum adalah baik karena dapat menyasar target imunisasi dan juga ada fungsi peran edukasi masyarakat. Tentu, keberhasilan dalam meningkatkan cakupan imunisasi akan berdampak pada penurunan angka kematian dan kesakitan serta biaya pengobatan," bilang David saat dihubungi, Jumat (17/3).

Disinggung soal seberapa penting imunisasi polio pada balita, David menuturkan jika imunisasi tidak hanya mengurangi risiko kesakitan, kecacatan dan kematian terkait penyakit menular, tapi juga membantu mendukung prioritas nasional seperti pendidikan dan pembangunan ekonomi.

"Disisi lain, imunisasi tidak hanya penting bagi bayi dan anak-anak, melainkan juga orang dewasa agar terlindung dari berbagai penyakit," tambahnya.(TIK/pojoksatu)

BACA JUGA: Realisasi Vaksin Polio di Kota Medan sudah Mencapai 96,5 Persen