POJOKSATU.ID- Ustaz Buya Arrazy Hasyim mendapat kritikan pedaa dari seorang relawan di Gaza, Palestina bernama Bangonim.

Ustaz kondang ini dikritik usai membahas peperangan Pelestina di Podcast Deddy Corbuzier.

Dalam podcastnya, ulama asal Sumbar ini konsen membahas gerakan Hamas dan Fatah di Palestina. Ia menilai gerakan Hamas dan Fatah itu sudah tidak sepaham.

Baca Juga: Mayat di Perkebunan Ternyata Pegawai RSUD Karawang, Begini Penjelasan Polisi

Disebutkannya, atas ketidak fahaman dua gerakan militer yang ada di Palestina itu menyebabkan terjadinya pertumpahan darah dengan Israel.

Sehingga peperangan antar Hamas dengan Israel berimbas terhadap korban yang mayoritas adalah anak-anak.

Menanggapi penjelasan Ustaz Kondang itu, relawan Palestina dengan nama akun instagram @bangomim menyesalkan pernyataan Buya Arrazy Hasyim yang hanya fokus terhadap Hamas dan Fatah.

Baca Juga: Universitas Halu Oleo Kendari Cetak Wisudawan Sebanyak 3.347 Periode Juli-Oktober 2023.

"Konsen bahas Palestina dong. Jangan konsen bahas Hamas dan Fatah. Israel juga bahas Hamas tuh. Bila bahas Hamas maka pemahaman sempit dan tradisional banget ni," komen @bangomim dikutip, Rabu (8/11/2023).

Bangonim juga menilai, pemahaman tentang Palestina Buya Arrazy Hasyim hanya baru 1 persen. Pemahaman tentang Palestina tersebut juga banyal yang salah.

Karena itu, Bangonim menyarankan sebaiknya tidak mengait-ngaitkan dengan yang lain, alangkah baiknya berdiam.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Piala Dunia U17 2023 di Setiap Stadion

"Mohon maaf ilmunya tentang isu Palestina baru 1 persen. Itupun banyak yang keliru. Bila gak peduli, bijaknya diam saja," tuturnya.

Bangonim juga seolah menyindir Buya Arrazy Hasyim yang hanya asal bunyi tentang Palestina. Bahkan ia menilai, apa yang disampaikan Buya Arrazy Hasyim di chanel youtube di Podcast Deddy Corbuzier itu sangatlah tidak mendidik sama sekali.

"Gak update ni orang. Dalam situasi begini harusnya mengedukasi publik bukan malah menyalahkan. Kasian rakyat Palestina masih terjajah dan rakyat Gaja masih dibantai," tegasnya. ***