POJOKSATU.id, CILACAP—Usai viral perundungan siswa SMP di Cilacap, Jawa Tengah, kini giliran bu Kepsek SMPN 2 Cimanggu Cilacap Wuri Handayani yang dibully warganet.
Bu Kepsek SMPN 2 Cimanggu Cilacap mendapat giliran dibully warganet gara-gara membahas prestasi siswa bernama MKY, pelajar SMP 2 Cimanggu yang melakukan perundungan beberapa waktu lalu.
Ucapan yang dilontarkan kepala SMPN 2 Cimanggu saat konferensi pers ini membuat geram warganet.
Mereka pun ramai-ramai mengkritiknya, dan menyerbu akun media sosial kepala sekolah tersebut.
Baca Juga: Yenny Wahid Cawapres Perempuan Paling Disukai, Kalahkan Khofifah dan Susi Pudjiastuti
“Prestasi gak penting bu, yang lebih penting gimana caranya mendidik akhlak anak didik ibu, kalau prestasi itu bonus,”tulis Bayu Saputra dalam akun TikTok-nya.
“Äkan lebih hebat bu, jika prestasinya anak itu diiringi dengan akhlak, adab juga etika”, tulis Mamicrystal.
Warganet lain pun menimpalinya, “Sekarang jadi juara perundungan bu, dan dikenal se Indonesia,” tulis Shofiyah Andriani.
Akun lain Minah327, malah mengomentari kepala sekolah itu. “Kok bisa bu guru ngomong begitu”.
Dalam tayangan video yang beredar, Minggu (1/10), Bu Kepsek Wuri Handayani menyebut, pelaku merupakan anak yang punya bakat. Aktif di pramuka, ikut juga ekstra di sekolah pencak silat.
Baca Juga: Di Usia 78 Tahun, Ada Keinginan Panji Gumilang Kembali ke Jalan Benar, MUI Jabar Belum Beri Jawaban
“Pelaku juga pernah juara pencak silat tingkat kabupaten Cilacap. Bahkan, pada awal tahun ini, yang bersangkutan juga menang lomba tilawah,” ujar Wuri dalam konferensi pers itu.
Sebelumnya, pelaku penganiayaan berinisial MKY, pelajar SMP 2 Cimanggu kelas 9 yang beralamat di Desa Sepatnungga, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.
Sedangkan korban bernama RF yang beralamat Dusun Babakan, Desa Negarajati, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap. Korban mengalami luka lebam di bagian punggung.
Kapolresta Cilacap Kombes Fannky Ani Sugiharto, SIk, MSi, membenarkan dan mengatakan, petugas sudah mengamankan pelaku setelah menerima laporan dari keluarga korban.
Kejadian berawal pada tanggal 26 September 2023 siswa atas nama RF menantang berkelahi anak kelas 7 atas nama DF.
Dengan adanya hal tersebut, siswa atas nama DF mengadu kepada siswa kelas 9 atas nama MKY, kemudian sepulang sekolah sekira pukul 14.30 WIB di lokasi wisata Aziz Paradis, siswa tersebut berkumpul dan MKY menyuruh KV untuk menerima tantangan RF.
Lalu terjadilah perkelahian antara RF dengan KV yang disaksikan oleh MKY, WL, RS, KM dan TO, kejadian perkelahiannya direkam video menggunakan ponsel oleh siswa atas nama WD.
Belakangan diketahui dua orang masing-masing MKY (15) dan WS (14) telah ditangkap polisi dan statusnya juga sudah menjadi tersangka.***




