POJOKSATU.id, SUMEDANG -- Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bakal mengirim orang mabuk dan orang suka bikin onar di Jawa Barat ke barak militer di sana.
Selain itu, Dedi Mulyadi yang karib disapa KDM ini bakal mengirim guru dan pegawai yang malas kerja ke barak militer untuk mendapatkan pembinaan.
"Guru yang malas atau pegawai yang malas akan dimasukkan ke barak tentara," tutur KDM saat meninjau Penguatan Karakter dan Bela Negara bagi para pelajar di Makodim 0610 Sumedang, beberapa waktu yang lalu.
"Nanti, sekitar Juli, orang yang mabuk di jalanan atau orang yang bikin rusuh, akan kami kirim ke barak," katanya lagi.
Baca Juga: Terbukti Asusila Anak di Bawah Umur, Anggota DPRD Singkawang Herman Dipenjara 12 Tahun
Menurutnya semua ada metodologinya. "Karena mereka mempunyai keluarga, maka akan dipekerjakan dalam pekerjaan konstruksi pemerintah dan mereka mendapat honor dari pekerjaan. Ini akan dilaksanakan secara bertahap," ujar KDM.
Mengenai Penguatan Karakter dan Bela Negara bagi pelajar di Kabupaten Sumedang, kegiatan tersebut pengelolaannya bawah bupati dan Dandim serta diawasi oleh Danrem dan jajaran Polri.
"Yang punya metodologi ini adalah Bupati karena ini pengelolaannya di bawah bupati dan Dandim serta diawasi oleh Danrem. Kemudian nanti jajaran Polri juga mengawasi bagaimana mereka menghilangkan kebiasaan berkendaraan bermotor di bawah umur termasuk penggunaan gadget (handphone)," kata KDM.
Baca Juga: Pemkot Bandung Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Tangani HIV/AIDS
Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan Penguatan Karakter dan Bela Negara bagi pelajar di wilayahnya sudah dipersiapkan secara matang.
"Persiapannya matang. Semua pihak terkait bekerja sama dengan baik karena dalam kegiatan itu ada pendidikan kebangsaan, keagamaan, pembentukan karakter, kedispilinan, dan keterampilan pertanian," ujar Pak Bupati.
Menurutnya, akan ada pula pendidikan parenting bagi orang tua siswa. Itu konsep di Sumedang, yang mungkin belum ada di daerah lain.
"Inilah yang membedakan Sumedang dengan daerah lain. Selama dua hari akan ada parenting bagi orang tuanya tentang bagai mana mendidik anak-anak sehingga ketika pulang ke rumah orang tuanya sudah siap untuk membimbing dan mendidik anaknya," tuturnya.***


.webp)

