POJOKSATU.id, JAKARTA — Usai pemakaman lima anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang tewas baku tembak dengan TNI Polri, Kapolres Pegunungan Bintang terus tingkatkan patroli.

Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Dafi Bastomi menyebut mereka terus meningkatkan patroli di Kota Oksibil dan sekitarnya usai pemakaman lima anggota KKB yang tewas ditembak TNI Polri.

Upaya patroli ini dilakukan TNI Polri agar tidak ada lagi teror yang dilakukan anggota KKB Papua kepada warga Kabupaten Pegunungan Bintang.

"Kami terus meningkatkan patroli di kota Oksibil dan sekitarnya untuk menjaga keamanan warga dari teror KKB," ungkap Dafi Bastomi, Kamis (5/10/2023).

Sementara Kasatgas Humas Damai Cartenz AKBP Bayu Suseno mengungkap, untuk menjaga keamanan di Kota Oksibil dibutuhkan kerja sama seluruh warga, TNI-Polri, dan pemerintah daerah.

TNI Polri juga akan berupaya keras melakukan langkah-langkah preemtif dan preventif untuk menjaga kemanan warga di Oksibil.

 

Tiga Senpi Disita dari KKB


Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Izak Pangemanan juga membenarkan dua senpi yang disita dari KKB milik anggota Pamtas 725/Varoagi. Senjata itu sebelumnya dinyatakan hilang.

"Ya itu senjata dari heli yang jatuh," kata Izak kepada wartawan di Jayapura, Papua, Kamis (5/10/2023).

Izak tidak menjelaskan detail kronologi dari peristiwa tersebut tersebut. Namun salah satu senjata yang diamankan milik kopilot dari helikopter yang terjatuh tersebut.

"Untuk senapan itu miliknya salah satu anggota 725, kemudian pistolnya milik salah satu kopilot," terangnya.

Senpi yang dimaksud salah satunya senjata laras panjang jenis SS2 V3 K dengan nomor seri 93.004236. Selain itu berupa pistol Brouning FN nomor seri 0T6117. Sementara satu senpi laras panjang lainnya masih dalam proses identifikasi TNI Polri.***