POJOKSATU.ID- Korban selamat dalam kasus penembakan oleh polisi hingga kini kondisinya belum pulih seutuhnya.

Siswa berinisial AD tersebut mengalami luka di bagian dada akibat terserempet peluru yang ditembakkan Aipda Robig Zaenudin.

Luka fisik tersebut tidak terlalu parah sehingga terbilang cepat sembuh. Namun, secara psikologi, siswa SMK Negeri 4 Semarang ini masih trauma atas kejadian Minggu (24/11) dini hari itu.

"Ya korban yang tertembak masih trauma," ujar kuasa hukum AD, Zainal Abidin Petir.

Ia selama ini dalam memberikan pendampingan hukum selalu menyertakan motivasi untuk tetap semangat, dan tidak takut.

Baca Juga: 34 Nama Polisi yang Dimutasi Dibeberkan Imbas Dugaan Pemerasaan Penonton DWP 2025, Ini Daftar Nama Lengkap, Pangkat dan Jabatannya

Kendati demikian, menurutnya, AD masih tidak berani berbicara di depan publik lantaran takut salah omong atau salah dipahami orang lain sehingga memperburuk situasi.

"Agak trauma karena takut nanti salah omong malah repot," imbuh Petir dikutip radar semarang.

Ia menyebut, pada dasarnya kliennya itu sangat membutuhkan pendampingan psikologi. Namun, selama ini hanya dia saja yang andil.

"Selama ini saya saja yang lain tidak ada. Sangat butuh pendampingan. Mestinya pemerintah peduli lah, baik itu dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi atau LPSK," tuturnya.

Di sisi lain, ia menyambut baik rencana rekonstruksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Penembakan di Jalan Candi Penataran Raya, Kota Semarang pada Senin (30/12) mendatang.

Baca Juga: Sidang Etik 18 Anggota Polisi Terlibat Pemerasan di DWP 2024 Diagendakan Pekan Depan, Mencoreng Nama Baik Indonesia, Anggota DPR Minta Mereka Dipecat

Ia berharap dengan rekonstruksi yang akan dihadiri oleh keluarga, tersangka Aipda Robig, hingga jaksa penuntut umum ini akan menguak fakta.

Mengingat, sebelumnya pernah dilakukan prarekonstruksi yang tidak melibatkan banyak pihak.

"Dengan rekonstruksi ini supaya segera terungkap," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Anggota Polrestabes Semarang Aipda Robig Zainudin menembak sekelompok remaja yang melintas dengan sepeda motor di Jalan Candi Penataran Raya, Kota Semarang, pada Minggu (24/11) dini hari.

Terdapat tiga orang yang tertembak, semuanya merupakan siswa SMKN 4 Semarang.

Baca Juga: Terkait Dokumen Penting Hasto di Rusia, Connie Rahakundini Isyaratkan Bom Waktu yang Siap Meledak

Korban Gamma Rizkynata Oktafandy tertembak di bagian pinggul sehingga pelajar berusia 17 tahun ini tewas.

Sementara dua korban lain juga tertembak tetapi selamat. Korban AD terserempet peluru di dada dan korban ST tertembak di tangan.