POJOKSATU.id, JAKARTA-- Istri Tom Lembong, Maria Franciska Wihardja, diperiksa Kejagung sebagai saksi terkait perkara perintangan penyidikan dan penuntutan (obstruction of justice) di tiga perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dalam kasus obstruction of justice ini, Kejagung sudah menetapkan empat orang sebagai tersangka yaitu advokat Marcella Santoso, dosen dan advokat Junaedi Saibih, Direktur Pemberitaan JakTV Tian Bahtiar, serta terbaru M Adhiya Muzakki (MAM) selaku Ketua Tim Cyber Army atau buzzer.

Tiga perkara di PN Jakpus ini adalah korupsi timah, korupsi importasi gula, dan minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Pemeriksaan kepada istri Tom Lembong ini dilakukan pada Jumat 9 Mei 2025.

Baca Juga: Penampilan Rocky Gerung Pakai Peci Hitam Ikut Kajian Subuh, Duduk Bersama Ustad Abdul Somad

"Tim jaksa penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) memeriksa MFW (Maria Franciska Wihardja) selaku istri tersangka TTL (Thomas Trikasih Lembong)," kata Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar, dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu 10 Mei 2025.

Tom Lembong merupakan Menteri Perdagangan periode 2015–2016 yang merupakan jadi terdakwa kasus dugaan korupsi importasi gula di Kementerian Perdagangan pada tahun 2015-2016.

Bukan hanya Maria Franciska Wihardja, penyidik turut memeriksa istri tersangka Junaedi Saibih berinisial CA sebagai saksi.

Baca Juga: Viral Dedi Mulyadi Bersama Aguan 9 Naga di Rooftop Gedung Sate Bandung, Disebut Jkw Jilid 2

"Pemeriksaan saksi ini untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara tersebut," ucap Harli.

Tiga perkara ini adalah; korupsi timah, korupsi importasi gula, dan minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Dalam perkara perintangan penyidikan dan penuntutan atau obstruction of justice tiga perkara di atas, sudah ditetapkan empat tersangka yaitu Marcella Santoso (MS) selaku advokat, Junaedi Saibih (JS) selaku dosen dan advokat, Tian Bahtiar (TB) selaku Direktur Pemberitaan JakTV, serta terbaru M Adhiya Muzakki (MAM) selaku Ketua Tim Cyber Army atau buzzer.***