POJOKSATU.id, JAKARTA-- Ketua KPK Firli Bahuri mengaku merasa diserang balik para koruptor dalam dugaan kasus pemerasan terhadap eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Firli Bahuri mengatakan, posisinya saat ini berat, ketika melawan serangan balik dari para koruptor.

Kata Firli Bahuri, serangan balik koruptor itu dilakukan di saat KPK dengan gagah berani tanpa menyerah dan tanpa mengenal takut membersihkan Indonesia dari praktik-praktik korupsi.

Baca Juga: Daftar Kampus Pendidikan Terbaik di Indonesia Versi THE WUR by Subject 2024, Empat Teratas Bekas IKIP!

"Setelah bertahun-tahun mengabdi dengan jiwa korsa yang tertanam begitu dalam," kata Firli usai dilakukan pemeriksaan oleh Dewas KPK, Senin (20/11/2023).

"Saya harus mewujudkan keadilan dengan cara yang tidak akan pernah saya lakukan kepada siapa pun,” sambung Firli.

Firli menjelaskan, dalam kepemimpinannya, KPK selalu menjunjung tinggi asas-asas tugas pokok KPK.

Baik itu demi kepastian hukum, menjunjung tinggi keadilan, proporsionalitas, transparan, dan akuntabel, dan tidak pernah meninggalkan kehormatan terhadap hak asasi manusia.

Baca Juga: Merasa Jadi Korban Ketidakadilan, Firli Bahuri Tegaskan Tak Pernah Lakukan Pemerasan ke SYL

“Hak atas kemanusiaan dan kepastian hukum teruslah dijaga KPK, dan dijamin oleh KPK serta terus diberikan, itulah komitmen saya kepada negeri ini,” terang Firli.

Firli menjelaskan, dirinya telah mengabdi kepada bangsa dan negara selama 40 tahun hingga berakhir sebagai purnawirawan Polri dengan pangkat Komisaris Jenderal Polisi.

"Saya tentu bertanya kepada diri saya, 40 tahun lama mengabdi di lembaga Kepolisian Negara Republik Indonesia, tetapi kemarin saya harus bertanya kepada diri saya," jelasnya.

"Apakah benar saya pernah selama itu mengabdi di sana. Dan mengapa markas besar itu terasa asing bagi saya," jelas Firli.

Baca Juga: Dituduh Jadi Provokator Kericuhan di Markas Persiraja Banda Aceh, Dokter Tim PSMS Beberkan Kronologis yang Sebenarnya

Perasaan itu, kata Firli, bergejolak di batinnya pada 16 November 2023 ketika dirinya menghadiri pemeriksaan di Bareskrim Polri atas dugaan kasus pemerasan yang melibatkan mantan SYL.

Firli pun menegaskan, bahwa dirinya tidak pernah melakukan pemerasan kepada eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Firli mengatakan, merasa menjadi korban ketidakadilan dalam kasus yang dia hadapi.

“Saya tidak pernah melakukan pemerasan kepada siapapun, dan saya juga tidak pernah terlibat terkait suap menyuap dan gratifikasi,'' ujarnya.

"Saya bermaksud menyampaikan bahwa perasaan ketidakadilan yang ada dirasakan, dan benar adanya,” tutur dia.***