POJOKSATU.id, ACEH— Korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, terus bertambah hingga hari ke-23 pascabencana atau Rabu (17/12).

Total korban meninggal hingga Rabu sudah mencapai 1.059 orang, sementara korban hilang atau belum ditemukan mencapai 192 orang.

Jumlah pengungsi sebanyak 577.600 jiwa atau lebih setengah juta orang yang tersebar di tiga provinsi.

"Per hari ini ditemukan tambahan enam jasad. Di Aceh Utara dua jiwa dan di Sumut Tapanuli Tengah empat jiwa," ujar Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari, secara online dari Aceh, Rabu, 17 Desember 2025.

Baca Juga: THR Guru ASN 2025 Belum Cair, Kemenkeu Akui Jadwal Masih Menunggu Proses

Dari temuan tersebut, korban meninggal dunia mencapai 1.059 jiwa atau bertambah enam orang dari sehari sebelumnya yang mencapai 1.053 jiwa.

"Ini bertambah enam (jiwa) dari hari kemarin, 16 Desember yang berjumlah 1.053 jiwa," sambungnya.

Sementara untuk korban hilang masih dilakukan pencarian oleh Tim SAR gabungan.

"Untuk jumlah korban hilang, total tiga provinsi sebelumnya 200 jiwa, hari ini 192 jiwa," urainya.

Baca Juga: Lebih 3 Pekan Bencana Banjir, 26 Kabupaten Kota di Sumatera Masih Tanggap Darurat, Ini Daftarnya

Selain itu, ada puluhan ribu warga masih berada di lokasi pengungsian dan belum bisa kembali ke rumah masing-masing.

"Untuk jumlah saudara-saudara kita yang masih mengungsi 577.600 jiwa. Data ini masih terus kami mutakhirkan," kata Abdul Muhari.

Status Tanggap Darurat

Abdul Muhari secara virtual dari Aceh, Rabu, 17 Desember 2025, juga menyampaikan data mengenai daerah yang masih status tanggap darurat ini.

"Secara tiga provinsi ini masih ada 26 kabupaten-kota yang masih berada pada status tanggap darurat," ujar Abdul Muhari.

Dia memaparkan, daerah yang masih menetapkan status tanggap darurat bencana, paling banyak berada di Provinsi Sumatera Utara dan Aceh. Sementara di Sumatera Barat terhitung sedikit.

"Ada dua kabupaten di Provinsi Sumatera Barat yang memperpanjang status tanggap darurat yaitu Kota Padang dan Pasaman Barat," sambungnya.

Di dua kabupaten/kota tersebut, Abdul Muhari mengungkapkan status tanggap darurat masih dipertahankan karena beberapa hari terakhir masih dilanda cuaca ekstrem yang berakibat bencana susulan.

"Kota Padang ini mengalami banjir susulan beberapa hari yang lalu, sehingga status tanggap darurat masih diperpanjang," tandas dia.***