POJOKSATU.id, JAKARTA— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan update terbaru korban banjir dan longsor di Sumatera Utara hingga hari keenam atau Minggu (30/11/2025).
Sebanyak 217 orang meninggal dunia, sementara 209 orang dinyatakan masih hilang. Sementara jumlah warga yang mengungsi juga bertambah dari data sebelumnya.
Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan, korban meninggal dunia bertambah menjadi 217 orang hingga Minggu (30/11/2025).
“Jadi, korban jiwa untuk Sumatera Utara 217 jiwa ya, yang meninggal dunia. Kemudian 209 yang masih hilang,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers, Minggu.
Dia menjelaskan, jumlah korban meninggal bertambah seiring dengan operasi pencarian dan pertolongan yang harus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Penambahan jumlah korban meninggal terjadi di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan.
“Terutama di Tapanuli Selatan ini karena per hari ini banyak yang ditemukan,” katanya.
Selain korban jiwa, jumlah pengungsi juga terus meningkat.
Menurut Suharyanto, kondisi pos pengungsian yang semakin baik membuat warga yang sebelumnya mengungsi mandiri mulai berpindah ke lokasi resmi yang disiapkan pemerintah.
Baca Juga: 16 Warga Penjarah Makanan Minuman Minimarket Sibolga Ditangkap, Polisi Khawatir Meluas Sektor Lain
“Ini datanya sudah lebih perinci, bukan lagi KK menjadi jiwa, karena tentu saja namanya pengungsi itu bukan hitungannya keluarga, tapi harus jiwa,” tutur imbuh dia.
Dia menambahkan, jalur transportasi di sejumlah wilayah terdampak juga masih dalam proses penanganan.
Berita sebelumnya, ada sepanjang 50 km jalan yang masih tertutup longsor antara Taput ke Sibolga dari pantauan yang dilakukan BNPB.
"Ini sekarang yang masih belum tembus, ini dari Tapanuli ke Sibolga ini belum bisa tembus karena di sini ada longsoran-longsoran yang sangat panjang,” kata Kepala BNPB Suharyanto dalam siaran YouTube BNPB, Minggu (30/11/2025).
“Kalau di lapangan praktis hampir 50 km yang tertutup," katanya lagi.
Menurut Suharyanto, di jalan Taput-Sibolga ini banyak pengendara yang terjebak di lokasi sejak longsor Selasa lalu.
Para pengendara ini tidak bisa memutar balik ke arah Taput dan sebaliknya juga tidak bisa maju ke arah Sibolga.
"Di sini banyak pejalan, berkendaraan, yang terjebak karena sudah di tengah-tengah, dia mundur juga tidak mau ke Tapanuli Utara, dia menunggu,” katanya.
Pengendara ini tidak mau mundur ke arah Tapanuli Utara dan berharap bisa maju terus ke arah Kota Sibolga.***




