POJOKSATU.id, JAKARTA – Sebanyak 995 kali gempa susulan tercatat usai gempa utama mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WIB.

Hingga Minggu sore (16/8), sebanyak 53 orang tercatat meninggal dunia, dimana lokasi terbanyak terdapat di Kabupaten Manggarai sebanayak 25 jiwa.

Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, data gempa susulan ini tercatat hingga Minggu (16/8/2026) pukul 15.00 WIB.

"Untuk pemutakhiran korban jiwa meninggal dunia per sore hari ini, total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia," ucap Abdul dalam konferensi pers secara online, Minggu (16/8/2026).

Baca Juga: Film 'Dan Bandung', Kisah Cinta Basil dan Elma Bermula dari Kaos Viral di Tengah Riuh Bobotoh

Sebanyak 1 korban meninggal di Manggarai Barat, Manggarai Timur ada 20 orang, Manggarai ada 25 orang.

Sementara di Kabupaten pusat gempa yaitu Nagekeo ada 1 jiwa, Kabupaten Sikka ada 4 jiwa, dan Ende ada 2 jiwa.

"Dari BMKG untuk gempa susulan hingga 16 Agustus pukul 15.00 WIB. Total gempa susulan berjumlah 995 kali," kata Abdul.

Abdul mengatakan, gempa susulan merupakan fenomena alam yang terjadi setelah gempa utama. Aktivitas tersebut berkaitan dengan proses struktur patahan untuk kembali mencapai kondisi stabil.

Baca Juga: Tiga Gempa Kuat Landa Indonesia Sabtu 15 Agustus, Sama-sama Gempa Tektonik, Ini Perbedaannya

"Dan kita harapkan energi yang lepas bisa segera menurun sehingga gempa susulan tidak lagi signifikan dan tidak lagi dirasakan oleh masyarakat," imbuhnya.

Dia juga mengimbau masyarakat yang ada di lingkungan pengungsian untuk melakukan pengecekan kondisi rumah masing-masing.

Warga diminta melihat apakah ada kerusakan struktur atau kerusakan sudut-sudut rumah untuk kemudian dilaporkan dan didata pemerintah.

"Segera laporkan pada aparat RT terdekat, RW, atau aparat desa, atau ke kantor BPBD setempat. Ini akan menjadi data awal kami nantinya untuk bisa melakukan rekapitulasi dari rumah rusak yang akan kita verifikasi secara teknis nantinya," jelasnya.***