POJOKSATU.ID - Upaya pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, terus dikerahkan tim SAR gabungan.

Hingga Minggu malam, total 11 jasad berhasil ditemukan, sementara 12 warga lainnya masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor setebal hingga delapan meter.

Bencana ini menjadi salah satu tragedi paling memilukan yang menimpa wilayah Jawa Tengah pada musim hujan tahun ini.

Baca Juga: Guru Honorer SD Pembanting Nasi Kotak di Kampar Riau Dipecat, Kepala Sekolah Ikut Dicopot

Longsor hebat terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Cilacap secara terus-menerus.

Bukit yang berada di atas permukiman warga ambles, membawa serta batu, lumpur, dan pepohonan besar yang langsung menghantam rumah-rumah di bawahnya.

Belasan warga yang tengah beraktivitas di dalam rumah tak sempat menyelamatkan diri sebelum longsoran besar menerjang.

Baca Juga: Perbaikan Data Bansos Dibuka Lagi hingga Akhir 2025, Peluang Bagi KPM yang Tercoret DTSEN, Perbaiki Data Anda Sekarang!

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan dan anjing pelacak masih berjibaku di lokasi bencana.

Medan yang curam, struktur tanah yang labil, serta tingginya curah hujan membuat proses pencarian berlangsung lambat dan penuh risiko.

Sejumlah alat berat dikerahkan untuk mempercepat pencarian, namun ketebalan material longsor membuat proses evakuasi harus dilakukan secara hati-hati.

Kepala Basarnas Cilacap menyebut prioritas utama adalah menemukan 12 warga yang masih hilang.

Baca Juga: Rahasia Lolos UKPPPG Tahap 3 dan 4? Banyak yang Gagal Karena Abaikan Hal Sepele Ini!

“Kami bekerja non-stop, tetapi medan sangat berat. Ketebalan material mencapai delapan meter di beberapa titik,” ujarnya.

Tim juga menggunakan anjing pelacak untuk membantu mendeteksi kemungkinan lokasi korban tertimbun.

Jumlah korban yang ditemukan terus bertambah dalam dua hari terakhir. Beberapa jasad berhasil dievakuasi dalam kondisi sudah tidak utuh akibat tekanan material longsoran.

Baca Juga: Proteksi Magang Nasional 2025, Uang Saku UMK dan Pemotongan Hanya untuk Absen Tanpa Keterangan, Perusahaan Nakal Jangan Coba-coba!

Kondisi tersebut membuat keluarga korban yang menunggu di posko pengungsian diliputi kesedihan mendalam.

Setiap kabar temuan jasad selalu diiringi isak tangis dan suasana haru.

Selain upaya evakuasi, pemerintah daerah dan BNPB juga tengah mempersiapkan relokasi hunian sementara bagi warga terdampak.

Baca Juga: Guru PPG Guru Tertentu Tahap 3 dan 4 Mulai Panik? Tips Ini Bikin Nilai UKPPG Melonjak Drastis

Sejumlah rumah di lokasi bencana mengalami kerusakan parah, sebagian rata dengan tanah.

Relokasi ini diutamakan agar warga berada di lokasi aman mengingat potensi longsor susulan masih sangat tinggi.

BMKG sebelumnya telah memperingatkan adanya intensitas hujan tinggi di wilayah Jawa Tengah.

Curah hujan yang ekstrem menyebabkan tanah jenuh air sehingga rawan terjadi pergerakan tanah.

Para ahli geologi mengingatkan bahwa kondisi tebing di sekitar Cibeunying masih berbahaya dan perlu penanganan jangka panjang untuk mencegah bencana serupa.

Baca Juga: Cepat Cair! Magang Nasional 2025, Pentingnya Mendaftarkan Nomor Rekening dengan Benar untuk Menerima Uang Saku

Bencana longsor ini menjadi pukulan berat bagi masyarakat Cilacap.

Selain korban jiwa yang banyak, puluhan keluarga kini kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan bantuan logistik.

Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat dan membuka jalur bantuan dari berbagai pihak untuk mempercepat penanganan.

Operasi pencarian masih akan dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

Tim SAR menargetkan pencarian dilakukan hingga kondisi lapangan tidak lagi memungkinkan.

Publik berharap agar seluruh korban segera ditemukan sehingga keluarga dapat memperoleh kepastian dan proses pemakaman dapat segera dilakukan.***