POJOKSATU.id - Korban meninggal dunia kecelakaan kereta api di Cicalengka bertambah. Terbaru, korban meninggal jadi 4 orang.
Terbaru, korban meninggal dalam kecelakaan kereta api di Cicalengka itu adalah seorang security.
Sebelumnya, sudah ada 3 korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api di Cicalengka tersebut.
Ketiganya yakni masinis dan asisten masinis KRD Baraya dan seorang pramugara KA Turangga.
"KAI sangat berduka dan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya empat petugas KA," tulis ketetangan resmi PT KAI dikutip Pojoksatu.id, Jumat 5 Januari 2024.
Sampai saat ini, baru 1 korban meninggal dunia yang sudah berhasil diidentifikasi.
Jenazah masinis tersebut sebelumnya dievakuasi dari lokasi kejadian ke RSUD Cicalengka.
Identitas masinis tersebut yakni bernama Julian Dwi Setiono yang beralamat di bukit permata e8 no 3 RT 2 RW 22 Cilame Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.
"Kami sangat berduka atas meninggalnya sejumlah petugas KA akibat kecelakaan tersebut. Kami sangat mengapresiasi jasa mereka yang telah berkontribusi terhadap perusahaan,” ujar EVP of Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji.
Baca Juga: Sinyal Manual Rusak jadi Penyebab Kecelakaan Kereta Api di Cicalengka? Akhirnya KRD Jalan Terus
Sementara, sampai pukul 11 siang, jumlah korban kecelakaan kereta api di Cicalengka bertambah menjadi 43 orang.
Saat ini, seluruh korban kecelakaan kereta api di Cicalengka tengah mendapat perwatan medis di RSUD Cicalengka.
Dari jumlah tersebut, diantaranya 6 orang luka sedang, 21 orang luka ringan.
Selanjutnya 2 orang meninggal dunia dan 14 korban lainnya sudah diperbolehkan pulang.
"Ada satu orang dirawat dan itu karyawan RSUD Cicalengka, bekerja sebagai nakes," jelas Direktur RSUD Cicalengka Achmad Hanafi, Jumat 5 Januari 2024.
Baca Juga: 1 Jenazah Masinis Meninggal Kecelakaan Kereta Api di Cicelangka Teridentifikasi, Ini Identitasnya
Di sisi lain, PT KAI memastikan akan melakukan investigasi atas penyebab kecelakaan kereta api di Cicalengka bersama KNKT.
“KAI akan melakukan investigasi bersama KNKT untuk mengetahui penyebab kecelakaan,” ucap Vice President Public Relations KAI Joni Martinus melalui keterangannya, dikutip Pojoksatu.id.
Terpisah, Heri, seorang penumpang KRD Baraya mengungkap, ada benturan sangat keras saat tabrakan KA Turangga dengan KRD Baraya.
Baca Juga: Kondisi Terkini 26 Korban Luka Kecelakaan Kereta Api di Cicalengka, Ini Penjelasan RSUD Cicalengka
Suara tersebut dibarengi dengan kereta yang terhentak cukup kuat dan langsung berhenti.
"Jadi, keretanya adu banteng. Masih 1 rel," ungkap dia, Jumat 5 Januari 2023.
Ia menyebut, jika ada kereta ekspress lewat, kereta KRD selalu berhenti lebih dulu di stasiun terdekat.
Akan tetapi pada saat itu KRD Bandung Raya tidak berhenti dan terus melaju.
Diduga, hal itu terkait sinyal atau kode peringatan lintasan kereta api yang jadi penanda bagi masinis.
“Sinyal biasanya ngangkat, tetapi kali ini tidak. Ada sinyal manual yang tidak berfungsi dengan baik,” kata dia.
Hal senada juga diungkap Rahmat, salah seorang warga setempat, yang sudah hapal betul kereta yang melintas.
Setiap ada kereta jarak jauh hendak melintas, kereta lokal selalu 'mengalah'.
Baca Juga: Apa Penyebab Kecelakaan Kereta Api di Cicalengka? Ini Jawaban PT KAI
Setelah kereta ekspres melintas, barulah kemudian kereta lokal melanjutkan perjalanannya.
"Tapi ini tidak 'ngalah'. Makanya tabrakan di 1 jalur rel," ucap Rahmat.***




