POJOKSATU.id, KALIMANTAN-- Penemuan dua jenazah KM Virgo Transport 8 Senin menambah daftar korban yang berhasil terevakuasi menjadi 123 korban.
Seanyak 15 di antaranya meninggal dunia, 108 dinyatakan selamat, sementara 120 lainnya masih dalam pencarian.
Petugas kembali menemukan dua jenazah korban Kapal Virgo Transport 8. Total korban meninggal dari kasus tenggelamnya kapal tersebut kini bertambah menjadi 15 orang hingga Senin.
Dua jenazah terbaru itu ditemukan pada Senin (21/9). Satu jenazah ditemukan di Pantai Seruyan, Kalimantan Tengah, dan satu lainnya ditemukan di badan kapal oleh tim SAR.
"Ada penemuan dari korban KM Virgo yang ditemukan di Pantai Seruyan, Kalteng. Kami koordinasikan dengan kantor SAR palangkaraya, jenazah dievakuasi dalam perjalanan menuju RS Bhayangkara Banjarmasin," kata Kepala SAR Mission Coordinator (SMC) Banjarmasin, I Putu Sudayana, Selasa (22/9/2026).
Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol dr Much Sofwan mengatakan, proses identifikasi menjadi lebih sulit ketika jenazah ditemukan setelah beberapa hari berada di dalam air karena akan sulit dikenali.
Baca Juga: Tahu Walik Wortel, Camilan Renyah yang Isinya Padat dan Gampang Dibuat
Menurutnya, tim DVI terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kedokteran forensik, odontologi forensik, Inafis, serta mencocokkan data ante mortem (data dari keluarga seperti sidik jari, DNA, atau foto semasa hidup) dengan post mortem pada jenazah.
“Kalau sudah di atas 10 hari dari kejadian musibah, kendalanya akan lebih sulit lagi, sehingga kita butuh sekali kecocokan antara informasi ante mortem dan post mortem,” kata Sofwan, Senin.
Pemeriksaan awal meliputi rekam medis, pemeriksaan medis, sidik jari, hingga properti yang ditemukan bersama jenazah. Apabila seluruh pemeriksaan tersebut belum menghasilkan identitas yang valid, tim akan melakukan pemeriksaan penunjang berupa DNA.
“Kalau dari propertinya enggak mendukung, pemeriksaan giginya juga enggak mendukung, artinya masih belum valid. Jadi kita butuh pemeriksaan penunjang, pastinya,” ujarnya.
Untuk jenazah yang ditemukan tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) pada Minggu (20/9) dan Senin, Sofwan mengatakan sampel DNA akan dikirim ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
“Biasanya dua minggu, tapi ada kemungkinan juga kalau memang tidak crowded seminggu,” katanya. enurut Sofwan, pemeriksaan DNA membutuhkan sampel pembanding dari keluarga korban. Karena itu, partisipasi keluarga, khususnya saudara inti, tetap diperlukan dalam proses identifikasi.
Hingga kini, sekitar 135 data ante mortem telah diterima dan divalidasi. Jumlah tersebut berasal dari laporan di sejumlah Polda dan masih terdapat data ganda karena satu keluarga dapat melaporkan kehilangan ke lebih dari satu kepolisian daerah.
Untuk mengantisipasi kedatangan jenazah dalam jumlah bersamaan, RS Bhayangkara Banjarmasin juga telah menyiapkan dua freezer sebagai tempat penyimpanan sementara selama proses identifikasi berlangsung.
Adapun untuk pencarian di bangkai kapal, pada Senin siang dievakuasi dua jenazah berjenis kelamin laki-laki dari kapal SAR Kamajaya menggunakan helikopter Basarnas menuju Lanud Syamsudin Noor.
Sore harinya, satu orang korban kembali ditemukan dan dievakuasi menggunakan heli untuk dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin, sehingga total dalam operasi penyelaman ditemukan tiga jenazah.
Sementara dari wilayah Kalimantan Tengah, satu lagi mayat korban KM Virgo Transport 8 ditemukan terdampar di Seruyan.***




