POJOKSATU.id, PANDAN— Jumlah korban meninggal terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumut terus bertambah.
Hingga hari ke-17 pascabencana atau Kamis (11/12), korban meninggal dunia mencapai 111 orang, sementara korban belum ditemukan ada 63 orang.
Sementara desa yang masih terisolir ada 15 yang tersebar di berbagai kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tapanuli Tengah (BPBD Tapteng) merilis update data per 10 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana sebanyak 111 jiwa.
Baca Juga: Kisah 7 Ton Beras Sopir Truk yang Terjebak Longsor Selamatkan Warga Kelaparan di Sitahuis Tapteng
Kepala BPBD Tapteng, Rahman Husein Siregar, dalam keterangan tertulis, Rabu (10/12/2025) menjelaskan, jumlah korban dalam pencarian saat ini sebanyak 63 orang.
Sementara jumlah pengungsi menjadi 13.614 orang dari sebelumnya 18.331 orang atau sudah terjadi pengurangan.
BPBD Tapteng juga menyatakan 4 dari 19 desa di Tapteng bebas dari status terisolir atau masih ada 15 desa lagi terisolir.
Desa yang bebas terisolir itu antara lain Desa Simarpinggan Kecamatan Kolang, Desa Aloban Bair Kecamatan Tapian Nauli, Desa Muara Sibuntuon Kecamatan Sibabangun. Lalu Desa Mardame Kecamatan Sitahuis.
Baca Juga: Tapteng Berduka, Jalan Malah Ditutup Sampah dan Kayu, Warga Diminta Bayar Rp30 Ribu untuk Lewat
Plt Kadis PUPR Tapteng, Hasudungan Samosir mengatakan, Senin (8/12/2025) lalu, akses jalan di Desa Simarpinggan, Kolang, sudah berhasil ditembus. Desa yang berpenduduk 662 jiwa ini sudah dapat dilalui kendaraan roda 2 dan 4.
Dikatakan, tim tanggap darurat bencana terus bergerak membuka akses desa yang terisolir yang tersebar di 7 Kecamatan.
Alat berat telah bergerak menuju Desa Pargaringan Kecamatan Kolang yang berpenduduk 1105 jiwa.
Pemkab menargetkan Desa Pargaringan sudah dapat tembus 2 hari ke depan atau pada Jumat (12/12/2025).
Baca Juga: KABAR GEMBIRA! 3.045 PPPK Paruh Waktu Kendari Kini Nikmati THR dan Gaji 13 Layaknya ASN
Kadis PUPR Tapteng lebih lanjut menjelaskan, saat ini juga alat berat sedang bekerja membuka akses keterisoliran di Kelurahan Sipange Kecamatan Tukka.
Panjang jalan yang sudah ditembus mencapai 1.200 meter dari Jalan AMD menuju Desa Sipange Kecamatan Tukka.
Demikian pula Desa Hutanabolon, Sigiring-giring, Huraba, Hutaraja, dan Sait Kalangan 2 di Kecamatan Tukka, alat berat yang disiagakan terus bekerja.
Pemkab Tapteng memang sangat membutuhkan tambahan alat berat untuk mempercepat pembukaan akses daerah terisolir.
Sebelumnya Bupati Tapteng Masinton Pasaribu menyampaikan alat berat yang beroperasi saat ini jumlahnya cuma 24 unit. Dan Pemkab menyewa 10 alat berat dan sedang dalam perjalanan ke Tapteng.
Pemkab Tapteng juga mendapat bantuan 13 unit alat berat dari Balai Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR.***




