POJOKSATU.id – Pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah digelar hari ini, Rabu (27/11/2024).
Pilkada Jawa Tengah 2024 menjadi ajang pertarungan dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, yaitu Andika Perkasa - Hendrar Prihadi dengan nomor urut 1 dan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen dengan nomor urut 2.
Profil Pasangan Calon
1. Andika Perkasa - Hendrar Prihadi
Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa, mantan Panglima TNI, memiliki rekam jejak militer yang gemilang.
Setelah lulus dari Akademi Militer, kariernya dimulai di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan dengan cepat melesat.
Dalam kurun waktu empat tahun, ia naik dari pangkat bintang dua menjadi bintang empat.
Beberapa posisi strategis yang pernah diembannya antara lain Danpaspampres (2014), Pangdam Tanjungpura (2016), Dankodiklat TNI AD (2018), Panglima Kostrad (2018), hingga Kepala Staf TNI AD (2018).
Pada 2024, Andika terjun ke dunia politik bersama PDI-P sebagai Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional pasangan capres Ganjar-Mahfud MD.
Baca Juga: UPDATE Hasil Quick Count Pilkada Kabupaten Tangerang 2024, Romli dan Maesyal Bersaing Ketat!
Kini, ia maju sebagai calon gubernur Jawa Tengah bersama Hendrar Prihadi.
Sedangkan Hendrar Prihadi, akrab disapa Hendi, adalah mantan Wali Kota Semarang selama dua periode yang kini menjabat Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Hendi memulai karier politiknya sebagai anggota DPRD Jawa Tengah (2009-2014) dan kemudian menjadi Wakil Wali Kota Semarang pada 2010.
Di bawah kepemimpinannya, Semarang mengalami kemajuan signifikan, termasuk revitalisasi kawasan Kota Lama.
Pasangan Andika-Hendi diusung oleh PDI-P.
Baca Juga: UPDATE Hasil Quick Count Pilwakot Kota Batu Jawa Timur: Artis Krisdayanti Siap Maju No 1
2. Ahmad Luthfi - Taj Yasin Maimoen
Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi adalah mantan Kapolda Jawa Tengah yang memiliki pengalaman panjang di dunia kepolisian.
Lulusan Sepa Milsuk 1989 ini pernah menjabat Kapolresta Surakarta, di mana ia dikenal dekat dengan Jokowi, yang kala itu menjabat Wali Kota Surakarta. Sejak menjadi Kapolda Jateng pada 2020, nama Ahmad Luthfi semakin dikenal di provinsi tersebut.
Pasangannya, Taj Yasin Maimoen, adalah putra ulama kharismatik KH. Maimoen Zubair.
Ia menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023 mendampingi Ganjar Pranowo.
Sebelum itu, ia menjadi anggota DPRD Jawa Tengah (2014-2018) dari PPP. Gus Yasin dikenal aktif di organisasi keagamaan dan pernah memimpin Santri Gayeng Nusantara.
Pasangan ini diusung oleh koalisi besar sembilan partai politik, termasuk Gerindra, Golkar, PPP, dan Demokrat.
Baca Juga: Update Quick Count Pilgub Jabar 2024, Paslon Ini yang Unggul
Persaingan Pilkada dan Hasil Quick Count
Pilkada Jawa Tengah 2024 menggambarkan pertarungan sengit antara figur dengan latar belakang berbeda yaitu militer, polisi, dan tokoh keagamaan. Bahkan digambarkan sebagai perang bintang di kandang banteng.
Ini karena, pasangan Andika Hendi mengandalkan kekuatan PDI-P di "Kandang Banteng," sementara pasangan Ahmad Luthfi Gus Yasin membawa dukungan dari koalisi besar serta basis santri yang kuat.
Pertarungan ini akan menjadi momen menarik untuk melihat siapa yang berhasil merebut hati pemilih di provinsi dengan hampir 20 juta suara sah.
Sejumlah lembaga survei resmi telah menyajikan hasil quick count untuk Pilkada 2024. Hasil hitung cepat ini mencakup berbagai provinsi mulai dari DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Jawa Tengah.
Berikut hasil quick count untuk Pilkada Jawa Tengah 2024 yang dapat diakses melalui berbagai sumber resmi.
Baca Juga: Update Quick Count Pilwalkot Bogor 2024, Paslon Ini yang Unggul
1. Andika Perkasa-Hendrar Prihadi
- Libatng Kompas: 39.18%
- LSI: 40.20%
- Charta Politika: 41.98%
Baca Juga: Hasil Quick Count Pilwalkot Bandung 2024 Dari Berbagai Lembaga Survei, 4 Paslon Bersaing Ketat
- Indikator: 41.44%
2. Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen
- Libatng Kompas: 60.82%
- LSI: 59.80%
- Charta Politika: 58.02%
- Indikator: 58.56%
Perlu diingat, hasil hitung cepat (quick count) bukanlah hasil resmi Pilkada Jawa Tengah 2024.
Hasil resmi tetap akan menunggu proses perhitungan suara manual yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). ***




