POJOKSATU.ID, BATANG - Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki menghimbau masyarakatnya untuk meningkatkan kewaspadaan terkait bencana banjir dan cuaca ekstrem yang melanda kabupaten tersebut.
“Saya harap warga, terutama yang tinggal di lereng atau tebing, memantau kondisi tanah sekitar dan segera melakukan evakuasi mandiri jika hujan berlangsung lebih dari dua jam,” kata Pj Bupati Batang, dikutip Kamis (23/1/2025).
Ditambahkannya, berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Batang, jika wilayah tersebut masih berpotensi hujan.
Data BPBD Batang
1. Banjir Bandang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang mencatat kerugian materiil, infrastruktur rusak, hingga korban jiwa.
Banjir bandang melanda beberapa kecamatan, termasuk Kecamatan Bawang, Reban, dan Wonotunggal.
Di Dukuh Kuripan, Desa Surjo, Kecamatan Bawang, banjir menghanyutkan empat rumah, merobohkan satu rumah lainnya, dan menyebabkan dua warga harus dirawat di RSUD Limpung.
“Di Desa Ngadirejo, Kecamatan Reban, jembatan penghubung desa dengan Dukuh Pringombo hanyut tersapu arus deras. Selain itu, instalasi PDAM di wilayah ini juga hilang akibat banjir,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang.
Baca Juga: Polres Pelabuhan Belawan Berhasil Tangkap Tersangka Kasus KDRT di Kawasan Swalayan Irian Marelan
Banjir juga menyebabkan 13 keluarga atau 50 jiwa di Desa Pacet mengungsi di balai desa dan mushola setempat akibat tumpukan kayu yang menutupi akses jalan Pacet-Kayulandak.
2. Tanah Longsor
Tak hanya banjir bandang, beberapa daerah di Kabupaten Batang juga terkena bencana longsor, seperti Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, di mana lima rumah dan satu bangunan ruang kelas SD roboh.
Longsor juga menimbun sumber mata air Ngreco, sehingga 30 kepala keluarga harus mengungsi ke kantor kecamatan.
“Di Desa Keteleng, Kecamatan Blado, dua rumah milik warga bernama Wachyadi dan Yoto rusak akibat longsor. Akses jalan Desa Wonosari-Kalirejo juga tertutup material longsor, menyulitkan kendaraan maupun pejalan kaki melintas,” katanya.
Baca Juga: Pupuk Kujang Salurkan 1.453 Paket Makanan Bergizi untuk Anak Sekolah
3. Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang
Cuaca ekstrem yang disertai angin kencang menumbangkan sejumlah pohon di beberapa lokasi.
Yaitu, di Desa Tambahrejo, Kecamatan Bandar, sebuah rumah tertimpa pohon tumbang, sementara di Desa Sariglagah, Kecamatan Warungasem, bantuan tunai telah disalurkan PMI kepada korban yang rumahnya rusak.
“Di Kecamatan Kandeman, pohon tumbang di Timur Safari Beach Jateng Batang menyebabkan kemacetan dan kerusakan fasilitas umum,” ungkapnya.
Lani juga meminta seluruh perangkat daerah terkait untuk mempercepat penanganan bencana, seperti pembersihan jalan, perbaikan instalasi PDAM, dan distribusi bantuan logistik kepada warga terdampak.
“Dengan masa tanggap darurat selama dua minggu ke depan, diharapkan semua pihak dapat bersinergi untuk meminimalkan dampak lanjutan dari bencana ini,” pungkasnya ***




