POJOKSATU.id - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa atau yang akrab disingkat Untirta merupakan perguruan tinggi negeri (PTN) yang berada di Provinsi Banten, Indonesia.

Kampus utamanya terletak di Serang, sementara Fakultas Teknik berada di Cilegon dan Fakultas Keguruan berlokasi di Ciwaru.

Sebagai institusi pendidikan tinggi, Untirta aktif mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat demi kemajuan bangsa.

Perjalanan Untirta dimulai dari berdirinya Yayasan Pendidikan Tirtayasa pada 1 Oktober 1980 berdasarkan Akta Notaris No. 1 Tahun 1980, yang kemudian disempurnakan kembali melalui Akta Notaris Ny. R. Arie Soetardjo Nomor 1 tanggal 3 Maret 1986.

Dari fondasi inilah embrio universitas negeri kebanggaan masyarakat Banten itu tumbuh.

Sebagai perguruan tinggi, Untirta memiliki tugas menyelenggarakan pendidikan akademik, profesi, dan/atau vokasi.

Baca Juga: Komisi III DPRD Kota Cirebon Tegaskan RS Dilarang Tolak Pasien JKN Nonaktif Sementara

Pengembangan pendidikan tinggi dilaksanakan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Peran strategis ini sejalan dengan amanat Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Nama Tirtayasa sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti air mengalir.

Nama tersebut diambil dari Pahlawan Nasional asal Banten, Sultan Ageng Tirtayasa, yang memiliki nama asli Abul Fatah Abdul Fattah, pewaris ke-IV tahta Kesultanan Banten.

Ia dikenal gigih menentang penjajahan Belanda dan berhasil membawa kejayaan bagi Kesultanan Banten, sehingga namanya diabadikan sebagai identitas kampus.

Langkah awal pengembangan dilakukan dengan mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) pada 1981, disusul Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) pada 1982.

Baca Juga: Dari Bengkel ke Panggung Nasional: SMK Muhammadiyah Lemahabang Cetak Juara Olympicad VIII

Yayasan Krakatau Steel Cilegon juga mendirikan Sekolah Tinggi Teknik (STT) yang kemudian bergabung untuk mempersiapkan berdirinya Universitas Tirtayasa Serang-Banten.

Berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor 0596/0/1984 tanggal 28 November 1984, STIH, STT, dan STKIP resmi digabung menjadi Universitas Tirtayasa Serang-Banten.

Status masing-masing sekolah tinggi berubah menjadi Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Seiring meningkatnya harapan masyarakat Banten, universitas ini terus berkembang dengan pendirian Fakultas Pertanian pada 1989 serta Fakultas Ekonomi pada tahun yang sama.

Perubahan sosial politik era reformasi turut mendorong upaya penegerian kampus ini.

Pada 13 Oktober 1999, terbit Keppres RI Nomor 130/1999 tentang Persiapan Perguruan Tinggi Negeri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Baca Juga: SKTP Terbit Akhir Januari Cair Februari, Bagaimana Pola Februari 2026? Ini Analisis Berdasarkan Data Pencairan Terbaru

Perjuangan tersebut membuahkan hasil ketika melalui Keputusan Presiden RI Nomor 32 tanggal 19 Maret 2001, Untirta resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri definitif.

Sebagai PTN, Untirta terus melakukan pembenahan di bidang kelembagaan, akademik, kemahasiswaan, dan kerja sama.

Penguatan organisasi ditandai dengan terbitnya Statuta Universitas Sultan Ageng Tirtayasa serta pengembangan sistem penjaminan mutu, ICT, e-library, dan e-jurnal untuk mendukung atmosfer akademik yang unggul.

Saat ini Untirta menyelenggarakan program pendidikan akademik dan vokasi.

Program Sarjana (S1) mencakup enam fakultas, yakni Fakultas Hukum, FKIP, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Program Pascasarjana (S2).

Baca Juga: Gaji ke-13 dan TPG Back Pay 2025 Mulai Dibayarkan di Sejumlah Wilayah, Guru Wajib Tahu Perbedaan Pencairan Reguler dan Susulan Agar Tak Salah Paham

Selain itu, tersedia pula program Diploma III di bidang ekonomi dan teknik.

Dari sisi sumber daya manusia, hingga Agustus 2012, Untirta didukung ratusan dosen dan tenaga administrasi PNS yang menjadi motor penggerak kualitas pendidikan di kampus ini.

Perjalanan panjang Untirta dari kampus swasta hingga menjadi PTN definitif bukan sekadar transformasi status, melainkan cerminan tekad kolektif masyarakat Banten untuk memiliki pusat pendidikan unggul.

Di sanalah semangat Sultan Ageng Tirtayasa seolah terus mengalir, menguatkan generasi muda untuk belajar, berkarya, dan mengabdi bagi Indonesia.***