POJOKSATU.id — Civitas Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar acara “Seruan Moral Rawamangun” di Plaza UNJ, pada Senin (1/9/2025).
Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian terhadap kondisi bangsa yang tengah dilanda ketegangan politik, jatuhnya korban jiwa, kerugian sosial, dan kerusakan fasilitas umum.
Acara diawali dengan tabur bunga di hadapan foto almarhum Affan Kurniawan dan Reza Sendy Pratama sebagai simbol penghormatan sekaligus doa bersama bagi korban demonstrasi akhir Agustus lalu.
Dalam kesempatan itu, sivitas UNJ yang terdiri dari pimpinan, Senat Akademik Universitas (SAU), Guru Besar, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa membacakan tujuh butir Seruan Moral Rawamangun.
Baca Juga: AMSI Tegaskan Standar Etika Jurnalistik Terkait Situasi Keamanan Antara Massa dan Aparat
Isi tujuh butir seruan moral meliputi:
1. Menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa dan luka-luka dalam aksi demonstrasi.
2. Menegaskan penyampaian aspirasi adalah hak konstitusional yang harus dilakukan secara damai, beretika, dan sesuai hukum.
3. Memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang menyuarakan kebenaran dan keadilan melalui aksi damai anti kekerasan.
4. Menyerukan aparat penegak hukum untuk mengedepankan pendekatan humanis, tidak represif, dan menghindari provokasi.
5. Mendesak pemerintah merespons aspirasi masyarakat dengan cepat, adil, serta menghentikan praktik KKN.
6. Mengimbau seluruh elemen bangsa menolak anarkisme, intimidasi, dan perusakan fasilitas publik.
7. Menekankan pentingnya menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok demi keutuhan NKRI.
Baca Juga: BRI Angkat Pecel Ndoweh Jadi Favorit Wisata Kuliner Kota Batu
Melalui pernyataan ini, UNJ menegaskan perannya sebagai Kampus Berdampak yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga ikut mengawal moralitas bangsa.
“Seruan Moral Rawamangun adalah wujud tanggung jawab sivitas UNJ untuk menjaga persatuan, demokrasi, dan hak asasi manusia. Semoga bangsa Indonesia senantiasa diberi kekuatan dan kearifan dalam menyelesaikan berbagai persoalan kebangsaan,” isi pernyataan sivitas UNJ dalam “Seruan Moral Rawamangun”.***



