POJOKSATU.ID – Kasus kematian Rheza Sendy Pratama (21), mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta (Jogja) belakangan ini ramai disorot publik.

Seperti diketahui, Rheza Sendy Pratama berakhir tewas saat mengikuti aksi demo pada Minggu (31/8/2025).

Yang mana, sebelum dirinya tewas, mahasiswa Amikom Joga terlebih dahulu terkena gas air mata hingga tidak berdaya.

Baca Juga: DOWNLOAD FILE PDF Contoh Soal KSM OMI 2025, Legkap Soal Perbandingan Sejak 2022, Persiapan Lengkap Jenjang MI, MTs, dan MA Semua Mapel

Tidak heran, insiden memilukan ini sontak turut ditanggapi oleh pihak Universitas Amikom Jogja.

Sebagaimana halnya dikutip Pojoksatu.id dari portal media antaranews.com pada Senin (1/9/2025).

Dalam artikelnya, tanggapan itu turut disampaikan langsung oleh Wakil Rektor III Universitas Amikom Jogja, Ahmad Fauzi.

Baca Juga: DPR RI Dinonaktifkan Sementara, Bukan Berhenti! Begini Peluang Menjadi Anggota Kembali !

Menurut Fauzi, dirinya masih menunggu proses investigasi pihak kepolisian dalam menangani kasus kematian salah satu mahasiswanya.

Sebab, Wakil Rektor Universitas Amikom Jogja ini enggan untuk berspekulasi atas informasi yang belum dikonfirmasi kebenarannya.

“Kami tidak tahu persis kejadiannya, sehingga kami tidak bisa memberikan keterangan yang terjadi seperti apa,” jelasnya.

Baca Juga: Dari PKH, BPNT, hingga PIP! Ini Daftar Bantuan Sosial di Bulan September 2025

“Karena ini juga belum menginvestiagsi, Kita baru dapat informasinya siang tadi,” lanjut Fauzi dalam laporan.

Perlu diketahui, insiden kematian Rheza ini mencuat usai pihak BEM sekawasan DIY menuturkan belasungkawa di media sosial.

Yang mana, pernyataan duka itu ditujukan kepada Rheza yang menjadi korban dalam aksi demonstrasi di Polda DIY.

Baca Juga: Keluarga Rheza Sendy Pratama yang Tewas saat Ikut Aksi Demo di Jogja Tak Ingin Otopsi, Sebut Sudah Pasrah

Dalam aksi tersebut, Rheza mengikutsertakan dirinya untuk andil dalam menyuarakan aspirasi rakyat bersama rekan sesama mahasiswa.

Namun, hal mengenaskan justru terjadi di saat situasi dan kondisi mulai tidak lagi kondusif dengan kebrutalan massa aksi yang anarki.

Menyikapi hal ini, aparat yang bertugas mengamankan markas Polda DIY terpaksa pukul mundur massa dengan gas air mata.

Baca Juga: Dibalik Status Nonaktif Anggota DPR Ternyata Mereka Tetap Menerima Gaji Penuh atau Sebagian!

Tidak heran, massa aksi yang awalnya tanpa ragu melancarkan serangan ke markas langsung kabur menyelamatkan diri.

Tetapi, pelarian itu tidak berlaku bagi Rheza, sebab sepeda motor yang dikendarainya mendadak mati.

Alhasil, Rheza yang hendak melarikan diri bersama temannya terkena gas air mata hingga terjatuh ke jalan.

Baca Juga: Lima Anggota DPR RI dari Tiga Fraksi Dikabarkan Dinonaktifkan Efektif 1 September 2025

Kendati demikian, temannya yang awalnya dibonceng berhasil melarikan diri dari kejaran aparat Polda DIY.

Sedangkan, Rheza yang terkena gas air mata itu diketahui tidak berdaya untuk menyelamatkan dirinya sendiri.

Menurut pengakuan BEM sekawasan DIY, mahasiswa Amikom Jogja yang terjatuh itu langsung disambut sejumlah oknum berseragam.

Baca Juga: Buruh Bukan Hanya Pekerja Kasar, Ini Fakta Penting yang Harus Kamu Ketahui!

Hingga kini, pihak kepolisian dikabarkan masih mendalami kasus tersebut guna menguak kebenaran yang sebenarnya terjadi. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov