POJOKSATU.id - Memiliki nama lengkap Abdurahman Wahid atau yang akrab disapa Gusdur ia ternyata pernah berbicara mengenai 2 tokoh penting di Indonesia yaitu Soekarno dan Soeharto.

Seperti diketahui bahwa Soekarno dan Soeharto sama-sama pernah mencetak sejarah penting di Indonesia.

Tentunya semua orang pasti mengetahui jika Soekarno merupakan bapak proklamator dan presiden pertama di Indonesia dikenal dengan ide dan gagasannya untuk memajukan bangsa Indonesia.

Sedangkan Soeharto dikenal sebagai bapak pembangunan bangsa, jika Soekarno lebih dikenal dengan pancasila, sumpah pemuda, teks proklamasi serta pemikiran pemikiran lainnya yang memihak pada rakyatnya.

Baca Juga: Gugatan Mahasiswa UNS Dikabulkan, Nasdem Minta MK Dibubarkan, Sebut Hakim Mencla-mencle

Sedangkan Soeharto dikenal sebagai Bapak Pembangunan dimana Presiden RI yang ke -2 ini berhasil membuat pembangunan jalan tol, sukses di pertanian dan lain sebagainya.

Soekarno dan Soeharto merupakan tokoh yang berjasa untuk Indonesia, tetapi pada dasarnya walaupun mereka memang pernah menjadi presiden, mereka juga adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan.

Dilansir dari video dalam kanal YouTube @rahmathkunding yang diunggah pada 27 Mei 2022.

Pada judul video tersebut tertulis "Gusdur: Soekarno tidak sebaik yang kita kira dan Soeharto tidak seburuk yang kita kira".

Baca Juga: Putusan MK Usia Capres Cawapres, Nasdem Nilai jadi Karpet Merah Gibran: Mencla-mencle, MK Dibubarkan saja

Pada video tersebut juga terlihat pembaca acara menyampaikan ucapan Gusdur mengenai kelebihan dan keburukan hidup di zaman Soeharto dan Bung Karno.

Pada zaman Soekarno pada saat ia menjabat sebagai presiden pertama Indonesia, ia memiliki beberapa kelebihan. Berkat Soekarno, Indonesia mampu bersaing di bidang ekonomi, militer, alutista dan dunia.

Tetapi sayangnya pada saat itu Soekarno merangkul kelompok kiri dan kanan sehinggaa terjebak dalam situasi tersebut.

Lalu jika dilihat di era Soeharto, ia dikenal sebagai pemerintahan yang banyak sekali kasus korupsinya, tetapi saat itu Indonesia tengah alami kemajuan di bidang pertanian.

Kala itu di zaman Soeharto, Indonesia mampu mengekspor beras dalam jumlah yang banyak.

Baca Juga: Heboh Beras Plastik, Pakar Teknologi Pangan IPB: Plastik Lebih Mahal

Freeport sangat penting di mata Soekarno dan juga Soeharto, Freeport merupakan aset bangsa yang seharusnya dikelola oleh anak bangsa dan bukan diberikan pada bangsa asing.

Sedangkan pada masa Soeharto ia memberikan buka kran bagi investor asing untuk mengelola Freeport sehingga anak bangsa tidak bisa menikmati sumber daya alam itu sendiri.

Lalu dari kejadian tersebut ia mengatakan bahwa ada baiknya belajar dari dua tokoh besar tersebut yakni Soekarno maupun Soeharto.

Belajar dari Soekarno maupun Soeharto soal Freeport, sebaiknya sumber daya alam dikelola oleh bangsa sendiri, agar mampu berdikari secara ekonomi seperti yang sudah dilakukan oleh negara lainnya.

Penulis : Annastasya