POJOKSATU.id - Imam Masykur (25) menjadi perbincangan publik. Bagaimana tidak, pemuda asal Aceh itu meninggal dunia secara tragis usai diculik dan disiksa.

Penculikan dan penyiksaan itu dilakukan oleh oknum anggota TNI aktif.

Ironisnya, 1 dari 3 pelaku yang sudah diamankan merupakan anggota Paspampres Praka Riswandi Manik atau Praka RM.

Baca Juga: Selamat, Jennifer Melahirkan Bayi Perempuan, Namanya Unik

Kisah tragis Imam Masykur sendiri viral di media sosial dan menggemparkan jagat maya.

Akun TikTok korban @imammasykur548 pun langsung dibanjiri ucapan bela sungkawa dari publik.

Dari pantuan Pojoksatu.id, publik membanjiri kolom komentar pada unggahan terakhir yang dibuat Imam Masykur.

Baca Juga: Kunjungi Ponpes Al Munawwir Krapyak, Ganjar Pranowo Ajak Nahdliyin Jaga Keutuhan NKRI Jelang Kontestasi Politi

Selain bela sungkawa, publik juga mendoakan pria yang berprofesi sebagai penjual kosmetik dan obat-obatan itu.

Namun, dari sekian banyak video yang diunggah Imam Masykur di akun TikToknya, ada salah satu postingan yang bikin terenyuh netizen.

Dalam unggahan itu, pria 25 tahun tersebut seperti meninggalkan pesan mendalam.

Baca Juga: Pesulap Oge Arthemus Ditangkap Saat Touring Terkait Narkoba, Begini Kronologi Penangkapannya

Ia menuliskan pesan tentang kehilangan seseorang yang akan baru dirasakan saat orang tersebut benar-benar tidak lagi bisa bersama.

"Nanti kamu akan merasakan berharga seseorang, ketika kamu mencarinya tapi kamu tidak lagi menemukannya," tulis Imam.

"Nanti kamu sadar sudah kehilangan saat apa yang kamu genggam kemarin benar-benar pergi," lanjut coptian unggahan tersebut.

"Yang tulus tidak akan datang dua kali, walaupun kamu menemukan yang baru, pasti tidak akan sama seperti yang dulu lagi, ingat! Sesuatu yang sangat menyedihkan itu adalah penyesalan," tandasnya.

Baca Juga: Reimagining Beauty: Tren Makeup 2023-2024 Menerobos Batasan Eksperimen dan Keberagaman!

Imam Masykur mengunggah caption tersebut dengan latar belakang fotonya sendiri tepatnta pada 3 Maret 2022.

"Vidio dan kata kata itu di 2022 tanpa dia tau kalau dia benar benar pergi di tahun 2023," tulis akun TikTok @Dek Ena.

 

Jauh dari Sosok Penjual Obat Ilegal

Imam Masykur diketahui adalah seorang perantau asal Bireun, Aceh, yang baru sekitar 6 bulan membuka usaha di kawasan Ciputat, Tangsel.

Sehari-hari, korban menjalankan usaha kios kosmetik dan obat-obatan di Jalan Sandratek, RT/RW 02/06, Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan.

Baca Juga: Cerita Soeharto yang Copot Komandan Paspampres Karena Dihadang Demonstran Saat di Jerman

Imam selama ini juga sendirian menjaga kios dengan rolling door bercat cokelat berukuran 3x5 meter tersebut.

Imam Masykur belum 2 tahun jualan menekuni profesi tersebut.

Dalam kolom komentar TikTok korban, diketahui Imam sebelumnya pernah merantau di Medan berjualan ayam goreng.

Baca Juga: Mengulik Sejarah Terbentuknya Paspampres, Bermula Dengan Evakuasi Soekarno-Hatta ke Yogyakarta

"Dulu tahun 2021 bang Imam pernah jualan KFC di Jl. laksana Medan, aku sering beli KFC nya. Orangnya baik dan ramah sering kasih bonus, ya Allah," tulis akun @Nafa Milena.

Nafa mengomentari postingan Imam Masykur berupa video pada saat di sebuah bandara yang merupakan postingan terakhir Imam Masykur.

"Dia anak baik," tulis akun @Nascol di kolom komentar.

Baca Juga: Sukses Gelar Meet & Green EXO di Jakarta, Felicya Angelista : Kalian Super Baik dan Ramah

Penuturan yang sama juga diungkap salah seorang saksi di lokasi yang melihat langsung korban dibawa oleh beberapa orang dari kiosnya.

Saksi yang tak mau disebutkan namanya ini menyebut, penculikan terjadi pada 12 Agustus 2023, sekitar pukul 5 sore.

Ia menyebut korban dijemput seseorang yang berbadan tinggi dan tegap serta berambut cepak.

Saksi juga mengaku sangat mengenal Imam Masykur karena selalu bertemu dan berinteraksi setiap hari.

Baca Juga: Pendaftaran CPNS 2023 akan Dibuka! Berikut Jadwal dan Sebaran Formasinya

"Saya kenal orangnya, baik banget," tuturnya.

Salah satu hal yang selalu dilakukan korban adalah selalu menunaikan salat.

"Rajin salat. Terus sama cucu aja baik banget sering dijajanin," bebernya.

Baca Juga: Darurat Sampah, Pemkot Bandung Jajaki Berbagai Alternatif TPA Darurat

Hal ini berbeda dengan keterangan Danpomdam Jaya, Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar.

Irsyad menyebut, penculikan dan penyiksaan itu dilakukan dengan latar belakang pemerasan dan meminta uang tebusan.

Irsyad menyatakan, pelaku mengklaim bahwa Imam Masykur selama ini menjual obat-obatan ilegal di kiosnya di Ciputat.

Baca Juga: Raih Pemain Terbaik Piala AFF U23 2023, Arkhan Fikri Pulang Kampung ke Sumut Hanya Disambut Keluarga

Karena itu, para pelaku yakin korban atau keluarganya tidak akan berani melapor ke polisi.

"Karena mereka yakin jika korban Imam Masykur ini kan pedagang obat ilegal. Jadi kalau misalnya dilakukan penculikan, dilakukan pemerasan, itu mereka enggak mau lapor polisi," kata Irsyad kepada wartawan, Senin 28 Agustus 2023.

Dalam penculikan dan penyekapan itu, korban kemudian disiksa oleh para pelaku.

Penyiksaan dilakukan lantaran keluarga korban tidak mau membayar uang tebusan sebesar Rp50 juta yang diminta.

Baca Juga: H-4 Pendaftaran Magang KPK 2023 Ditutup, Begini Cara Daftarnya!

“Mereka minta Rp50 juta tadi enggak dipenuhi, kan akhirnya disiksa terus. Pada saat disiksa mungkin penyiksaan itu berat akhirnya meninggal,” kata Irsyad.***