POJOKSATU.id, JAKARTA—Penggiat media sosial Umar Hasibuan menyerang Christina Ginting dengan menyebutnya menjijikkan dan jahat sekali.

Umar Hasibuan yang juga politisi PKB ini mengatakan bahwa Christina Ginting akan di penjara jika pulang ke Sumut disebabkan telah menghina dan memfitnah Islam.

“Hei Christina Ginting. Kau pikir dengan memghina Islam di Jerman kau banyak yang belain? Jahat kali mulutmu,”katanya melalui akun X @UmarHasibuan__, Rabu (14/5).

Menurutnya Christina sudah memfitnah Islam dan akan masuk penjara jika dia pulang ke Indonesia atau Sumut.

Baca Juga: Siapa Christina Ginting? WNI di Jerman Viral Usai Sebut Umat Muslim Suka Membunuh Ternyata Warga Medan

“Yakinlah gitu kau balik di Sumut, penjara pasti akan menantimu. Betul-betul menjijikkan mulutmu yang fitnah Islam,” tegas Umar Hasibuan.

Umar juga mengunggah video pernyataan Christina Ginting yang menghina Islamn ini di akun X miliknya.

Diketahui, nama Christa Iriani Ginting alias Christina Ginting tengah ramai jadi sorotan publik.

Christina viral di X usai menjelaskan stigma umat muslim di Indonesia yang diklaim damai tidaklah benar.

Warga Negara Indonesia (WNI) di Jerman tersebut viral usai merendahkan umat muslim.

Baca Juga: Sosok Christina Ginting, WNI di Jerman Viral di X Gegara Sebut Umat Muslim Tak Pernah Damai

Dirinya menyebutkan bahwa umat muslim di Indonesia suka membunuh sesama manusia.

Dalam ungakapan tersebut dirinya dengan jelas menyebutkan bahwa umat muslim di Indonesia tidak pernah damai.


“Saya berasal dari negara muslim, saya berasal dari Indonesia, yang terbesar dan maksimal muslim bersama kami,” ucapnya.

“Saya di sana, saya tahu apa itu muslim. Mereka (warga Indonesia) selalu mengatakan muslim itu damai, muslim tidak pernah damai,” jelasnya.

“Tidak ada muslim sejati, dia harus membunuhnya kecuali muslim, mereka menginginkannya di Al-Qur’an,” tandasnya.

Pernyataannya dalam bahasa Jerman ini sebenarnya mendapat sanggahan dari beberapa orang yang ada dalam kerumunan itu. Bahkan sebagian terdengar seperti meneriaki Christina Ginting.***