POJOKSATU.id, JAKARTA— Kasus Gus Miftah atau Miftah Maulana Habiburrohman dianggap sebagai ujian nyata bagi komitmen Presiden Prabowo terhadap prinsip kepemimpinan yang selama ini dia gaungkan.
Menurut Ketua Himpunan Masyarakat Nusantara (Hasrat) Sugiyanto, banyak pertimbangan bagi Prabowo jika dia memecat Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden (UKP).
Pertimbangan itu seperti politik, personal, martabat rakyat kecil dan wibawa pemerintah.
"Keputusan sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto, dan publik hanya bisa menunggu langkah selanjutnya," kata Sugiyanto dilansir dari RMOL, Jumat (6/12).
Baca Juga: Cara Beli Tiket Pesawat murah Dari Diskon Hingga Promo Tiket Liburan Murah!
Respons Prabowo terhadap kasus ini akan bisa dilihat sejauh mana komitmen dan penghormatan Prabowo terhadap rakyat kecil, khususnya pedagang es teh manis bernama Sunhaji.
"Sebagai pemimpin yang dikenal dengan julukan Macan Asia, Prabowo diharapkan menunjukkan ketegasan dalam menegakkan disiplin di lingkaran pemerintahannya," katanya.
Meski begitu, Sugiyanto melihat tidak mudah bagi Prabowo memecat Gus Miftah. Ada pertimbangan politik dan hubungan personal yang mungkin menjadi faktor penentu.
Di satu sisi, tindakan tegas akan memperkuat citra Prabowo sebagai pemimpin yang tidak mentolerir pelanggaran etika oleh pejabatnya.
"Namun sisi lainnya, tindakan tegas Prabowo bisa memunculkan polemik baru, mengingat posisi Gus Miftah sebagai tokoh agama yang memiliki pengikut luas," kata Sugiyanto.
Baca Juga: Innalilahi! Satu Keluarga Ditemukan Tewas Terbunuh di Kediri, Padahal Korban Cuma Guru SD
Dalam video yang viral, Gus Miftah menanyakan kepada pedagang es teh terkait jualannya.
"Es tehmu sih akeh (masih banyak) nggak? Ya sana jual gob**k," kata Gus Miftah ke penjual es teh yang disambut tertawaan jemaah yang hadir.
"Jual dulu, nanti kalau belum laku ya udah, takdir," kata Gus Miftah lagi.
Mendengar ini, Sunhaji terlihat hanya tersenyum kecut.
Sementara itu, usulan pemecatan Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden ini terlihat di laman Change.or.id, dimana hingga Jumat pagi (6/12) sudah ditandatangani 234.383 orang.
Petisi ini baru berjalan dua hari atau sejak Rabu (4/12). Isi petisi meminta Prabowo mencopot Gus Miftah karena melontarkan kata-kata “Yo Kono Didol, Gob*ok” ke seorang penjual es teh manis di Magelang, Jawa Timur.
Baca Juga: Daftar Spot Foto Keren di Yogyakarta yang Wajib Kamu Kunjungi Saat Berwisata Disini
Selain di laman Change.or.id, nama Prabowo juga trending di Twitter atau laman X terkait kasus Gus Miftah ini, Jumat (6/12).
Dimana unggahan sudah mencapai 75,7 ribu postingan yang isinya meminta Prabowo mencopot Gus Miftah.
“Kepada Pak @prabowo. Tidak pantas seorang Utusan Khusus Presiden di bidang Kerukunan Beragama mengatakan “goblok” kepada Bapak Sun, penjual es. Memalukan kalau ada pejabat negara dengan ringannya mengatakan “Ndasmu etik” atau “goblok”,” tulis artis Fedi Nuril di akun X miliknya.
“Pak @prabowo. Kabar tentang olok2an Miftah ke Pak Sun, penjual es, sudah sampai ke negara tetangga. Malu, Pak. Segera copot Miftah supaya harga diri pemerintah dan para pemuka agama Indonesia tidak semakin turun di mata internasional,” kata Fedi Nuril artis yang terkenal dengan film Ayat-ayat Cinta ini. ***




