POJOKSATU.id — Dewan Ekonomi Nasional (DEN) resmi melakukan uji coba prototipe portal bansos digital di hadapan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial.
Uji coba ini digelar untuk menyempurnakan sistem sebelum diluncurkan terbatas di Banyuwangi, Jawa Timur, pada pekan kedua September 2025.
Menurut Gus Ipul, digitalisasi penyaluran bansos bertujuan agar proses lebih mudah, transparan, serta bisa dipertanggungjawabkan.
Portal ini memungkinkan masyarakat mendaftar secara mandiri hanya dengan memasukkan data diri. Kemudian, diverifikasi melalui biometrik terhubung Dukcapil.
Baca Juga: Kemensos Berikan Bantuan untuk Keluarga Ojol Korban Unjuk Rasa Termasuk Keluarga Affan Kurniawan
Dengan begitu, penyaluran bantuan diharapkan lebih akurat dan minim praktik subjektif di tingkat lokal.
Meski berbasis digital, Kemensos menyiapkan jalur alternatif untuk masyarakat yang tidak memiliki ponsel atau akses internet.
Mereka tetap bisa mendaftar melalui tenaga pendamping sosial atau perangkat desa yang telah dilatih menggunakan portal ini.
Untuk keamanan, akun pendamping juga wajib diverifikasi biometrik sehingga tidak bisa digunakan sembarangan.
“Yang butuh, silakan daftar. Kalau tidak punya gadget, bisa dibantu pendamping atau perangkat desa. Intinya, tidak ada warga miskin yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses teknologi,” tegas Gus Ipul.
Pada tahap awal, portal bansos digital menerapkan registrasi sederhana serta verifikasi biometrik dengan teknologi liveness detection agar dapat membedakan pendaftar asli dari foto atau tiruan.
Sistem ini juga dilengkapi keamanan berlapis dan cadangan data guna mengantisipasi peretasan serta menjaga keandalan layanan.
Pilot project di Banyuwangi akan menjadi langkah awal sebelum sistem diperluas ke wilayah lain.
Setiap fase pelaksanaan akan dievaluasi untuk memastikan mekanisme berjalan sesuai rencana.
DEN menegaskan, digitalisasi bansos bukan hanya soal teknologi, melainkan juga keterlibatan masyarakat dalam menjaga integritas data bantuan.
Dengan penerapan ini, digitalisasi bansos dipandang sebagai tonggak baru pengelolaan bantuan sosial di Indonesia.
Sistem modern ini diharapkan mampu memastikan bansos lebih tepat sasaran sekaligus membangun tata kelola yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.***
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android: https://play.google.com/store/
versid iOS: https://apps.apple.com/app/
Channel Whatsapp: https://www.whatsapp.com/
Fanpage edugov: https://www.facebook.com/




