POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pihak Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, mengurus pemulangan dan proses pemakaman dua jenazah mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar, yang meninggal di Kabupaten Majene.
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis menyamoaikan rasa duka yang dalam dengan berpulangnya dua mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar dalam tragedi kecelakaan tunggal di Kabupaten Majene.
"Selaku rektor kami sudah memastikan proses pemulangan dan proses pemakaman dua mahasiswa kami di kampung halaman mereka," kata Hamdan Juhannis lewat akun Instagram @hamdanjuhannis.
Pada kesempatan yang sama, Hamdan Juhannis mengimbau kepada peserta KKN UIN Alauddin Makassar yang tersebar di wilayah Sulsel dan Sulbar, supaya selalu berhati-hati untuk memastikan keselamatan mereka selama menjalankan tugas.
"Dan mempertimbangkan segala hal yang bisa berdampak buruk dalam upaya mewujudkan program-program di lokasi KKN," kata Hamdan Juhannis.
Baca juga
Rombongan Mahasiswa KKN UIN Alauddin Kecelakaan di Majene, Dua Meninggal
Diberitakan sebelumnya, Rombongan mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar kecelakaan tunggal di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat Selasa (21/2/2023 sore. Dua orang meninggal dunia dalam insiden kecelakaan itu.
Korban meninggal dunia adalah Isma Nur Afiah asal Kabupaten Takalar dan Agung Dermawan asal Kabupaten Bulukumba.
Isma Nur Afiah adalah mahasiswi Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Sementara, Agung Dermawan adalah mahasiswa Jurusan Studi Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF).
Baca juga
Semarak Satu Abad NU, PCNU Gowa akan Laksanakan Jalan Sehat
Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Pol Syamsu Ridwan mengatatakan, kecelakaan tunggal rombongan mahasiswa KKN UIN Alauddin terjadi di Dusun Udzung, Desa Lalatedzong, Kecamatan Sendana pada Selasa sore.
Saat itu, rombongan yang mengendarai sepeda motor roda tiga menabrak pohon hingga terlempar sejauh satu meter ke rumah warga.
Sementara itu, Rahmat Alam, mahasiswa KKN UIN Alauddin di Sendana, Kabupaten Majene mengatakan, jika korbanAgung Dermawan sudah tidak sadarkan diri usai kecelakaan. Korban meninggal dunia di RSUD Majene.
“Korban meninggal dunia pukul 22.30 WITA di RSUD Majene,” kata Rahmat.
(*/fadli/pojoksulsel)



