POJOKSATU.id - Pernyataan yang bikin heboh datang dari Luhut Binsar Pandjaitan saat menghadiri Dinamika Ekonomi Global dan Nasional di Kantor Dewan Energi Nasional (DEN).

Dalam forum tersebut Luhut sebut bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5-6 persen bukanlah capaian yang layak dibanggakan.

“Jadi kalau 5% menurut saya bukan prestasi atau sampai 6% tidak prestasi,” ujar Luhut dikutip Pojoksatu.id dari suaraglobal.id 13/2/2026.

Baca Juga: Putra dari Riza Chalid Dituntut 18 Tahun Penjara, Malah Seret Nama Presiden Buat Minta Keadilan ke Prabowo

Pernyataan itu sontak memicu perhatian karena disampaikan di tengah situasi ekonomi global yang masih bergejolak.

Namun bagi Luhut Indonesia harus berani memasang target lebih tinggi dan tidak terlena dengan stabilitas angka lima persen semata.

Ia menyebut bahwa Indonesia membutuhkan lonjakan ekonomi signifikan agar tidak terjebak dalam status negara berpendapatan menengah.

Baca Juga: Tarim Duduk

“Kami bermimpi 8-9% dalam beberapa tahun ke depan, dan kita harus bisa memelihara itu paling tidak dua dekade untuk kita bisa menjadi high income country dan kita tidak terperangkap dari middle income trap,”

Ujarnya, dikutip Pojoksatu.id dari detikfinance 13/2/2026

Ada hal lain juga dari Luhut, Ia memperingatkan bahwa waktu Indonesia semakin terbatas.

Baca Juga: Tarim Duduk

Bonus demografi modal terbesar untuk melompat menjadi negara maju diperkirakan hanya bertahan hingga dua dekade mendatang.

“Kita mau 6-7%, 8-9% sebenarnya, tapi ingat demografi bonus kita habis tahun 2041-2042. Kalau itu habis, kita sudah pasti di middle income trap. Jadi semua harus sadar demografi bonus itu sudah akan habis 2040-an. Ini satu titik atau garis yang harus kita perhatikan,”

Menurut Luhut pemerintah dan pelaku industri harus bergerak cepat.

Seperti Investasi, reformasi struktural, dan peningkatan kapasitas tenaga kerja menjadi kunci untuk mendorong ekonomi bisa mencapai angka stabil yang selama ini dianggap aman.

Tanpa percepatan Indonesia berisiko kehilangan kesempatan emas yang menentukan masa depan ekonomi nasional.***