POJOKSATU.id, MAKASSAR – Aksi nekat Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, Dr Andi Ibrahim SAg, SS, MPd, mencetak uang Rp 1000 Triliun ternyata untuk mencalon Bupati Barru.
Dr Andi Ibrahim, Dosen UIN Makassar ini sudah jadi tersangka sekaligus otak praktik ilegal pencetakan uang palsu tersebut. Dia jadi tersangka bersama 16 orang lainnya.
Ternyata motif Andi Ibrahim karena berencana mencalonkan diri sebagai Bupati Barru dalam Pilkada 2024. Namun niat tersebut tak kunjung terealisasi karena tidak ada partai politik yang meliriknya.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, dalam konferensi pers di Mapolres Gowa, Jalan Samsuddin Daeng Tunru, Gowa, Sulsel, Jum’at (20/12/2024) mengungkap, Andi Ibrahim sempat mengajukan proposal pendanaan untuk Pilkada Barru.
Baca Juga: Jeruk Gerga Curup: Primadona Bengkulu yang Mendunia Berkat Dukungan BRI
Dalam proposal tersebut, Andi Ibrahim berencana menggunakan uang palsu sebagai dana kampanye.
"Jadi tersangka Andi Ibrahim mengajukan proposal pendanaan Pilkada di Barru, tapi Alhamdulillah tidak jadi," ungkap Yudhiawan.
Proposal yang diajukan oleh Andi Ibrahim menampilkan dirinya mengenakan jas dan songkok.
Namun, karena tidak ada partai yang mau mencalonkan, rencana tersebut batal.
“Cukup menarik barang buktinya, nilainya ini triliunan,” ujarnya.
Menurutnya, tersangka Andi Ibrahim cs juga memproduksi obligasi.
“Ada mata uang rupiah. Ada 556 lembar mata uang rupiah belum dipotong, ada juga mata uang korea. Ada juga 1 lembar sertifikat deposit nilainya Rp45 triliun, 1 lembar surat berharga SBN senilai Rp700 triliun,” ujarnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga menyita alat bukti lainnya berupa mesin cetak seharga Rp600 juta yang dibeli tersangka dari Surabaya, dan berasal dari China.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menjamin mesin ATM menolak uang palsu yang diproduksi di UIN Alauddin Makassar.
"Untuk ATM setor tunai paling susah dimasukkan (uang palsu). Karena selain kontrol manusia juga ada kontrol sensor. Jadi, kalau ada uang palsu yang dimasukkan, pasti ketolak," jelas Deputi Bank Indonesia (BI) Sulsel, Edy Kristianto, Jumat (20/12).
Dia mengatakan, setiap mesin ATM memiliki sensor yang dapat mendeteksi uang palsu.
Dia menegaskan BI akan bekerja semaksimal mungkin untuk mengantisipasi peredaran uang palsu di Sulsel. ***




