POJOKSATU.id, JAKARTA — Tujuh pahlawan nasional ini gugur ditembak Belanda. Mereka berjuang melawan kolonial Belanda atau penjajah hingga titik darah penghabisan.

Tujuh pahlawan yang gugur di tangan Belanda ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Mereka berjuang melawan penjajah Belanda sejak zaman sebelum kemerdekaan hingga usai kemerdekaan atau Proklamasi RI.

Berikut tujuh Pahlawan Nasional Indonesia yang gugur di tangan atau ditembak pasukan Belanda.

Baca Juga: Digosipkan Pacaran, Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Pakai Kalung yang Sama


1.Sisingamangaradja XII

Sisingamangaradja XII berjuang melawan Belanda untuk melindungi tanah asalnya, Tapanuli.

Saat Belanda menduduki wilayah Aceh dan Sumatera, Sisingamangaradja XII menyatakan perang kepada Belanda.

Dalam perlawanan terakhirnya di tahun 1907, Sisingamangaradja XII sempat ditawari kesepakatan damai, tapi ditolak.

Sisingamangaradja XII akhirnya gugur dalam medan perang dengan penuh luka tembak.

Atas perjuangannya tersebut, Sisingamangaradja XII yang bernama asli Patuan Besar Ompu Pulo Batu ini ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 1961 oleh pemerintah.

Baca Juga: Tipe Kulit Wajah Kamu Berminyak? Rekomendasi 6 Kandungan Skincare untuk Perawatan Kamu!


2. I Gusti Ngurah Rai

Sebagai pemimpin dalam Perang Puputan Margarana, I Gusti Ngurah Rai dikenal sebagai pemimpin perang yang tak kenal takut.

Perang Puputan Margarana didasari atas kekecewaan Ngurah Rai dan rakyat Bali terhadap hasil Perundingan Linggarjati yang hanya mengakui Jawa, Sumatera, dan Madura sebagai wilayah kekuasaan Indonesia.

I Gusti Ngurah Rai bersama pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) berusaha mati-matian mengusir pasukan NICA yang kala itu datang kembali ke Bali.

Pada pertempuran itu, I Gusti Ngurah Rai dan pasukannya melawan musuh habis-habisan di Desa Margarana hingga akhirnya semua pasukannya gugur, termasuk I Gusti Ngurah Rai.

Baca Juga: PSMS Jajal Persiraja di Stadion Teladan Minggu Ini, Berikut Daftar Harga Tiketnya

Berkat perjuangannya itu, I Gusti Ngurah Rai ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 1975.


3.Teuku Umar

Sebagai seorang pejuang, dia memiliki siasat yang cerdik. Teuku Umar berpura-pura menjadi kaki tangan Belanda untuk mendapatkan senjata dan pasukan.

Karena pengkhianatan tersebut, Teuku Umar pun diburu oleh Belanda. Berkat seorang mata-mata, Teuku Umar pun berhasil ditemukan.

Teuku Umar pun gugur ditembak dalam peperangan melawan Belanda pada tahun 1899.

Teuku Umar gugur tertembak di medan pertempuran pada 11 Februari 1899 dan dimakamkan di kampong Mugo oleh Pang Laot atau panglimanya yang setia.

Baca Juga: Capek Dihujat dan Dijodohkan, Fuji Curhat Begini di Live Tiktok

Tepat pada tanggal 6 November 1973, Teuku Umar ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.


4.Robert Wolter Mongonsidi

Berkat kecerdasannya, Wolter dipercaya unuk memimpin pasukan republik dalam melawan Belanda. Berbagai taktik dia lakukan yang membuat Belanda kewalahan.

Sayangnya, Wolter harus tertangkap oleh pasukan Belanda di tahun 1947 dan dimasukkan ke penjara di Hoogepod Ujung Pandang.

Walaupun sempat melarikan diri, namun Belanda berhasil menangkapnya kembali.

Wolter pun dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi oleh tim penembak pada 5 September 1949. Usianya masih sangat muda atau 24 tahun saat gugur sebagai kusuma bangsa.

Baca Juga: Kisah Nyata Keluarga Penganut Aliran Sesat, Sinopsis dan Link Nonton Film Horor Incantation Bikin Jantungan!

Atas jasa-jasanya, Robert Wolter Mongisidi ditetapkan sebagai pahlawan nasional tahun 1973.


5.Cut Meutia

Berbagai pertempuran dilewatinya yang membuat Belanda murka dan menjadikan Cut Meutia sebagai target.

Belanda kian mengejarnya hingga Cut Meutia dan pasukannya terkepung. Perjuangannya pun harus berakhir pada pertempuran 25 Oktober 1910.

Dia tewas setelah tiga peluru menembus kepala dan dadanya.

Cut Meutia berjuang dalam perang gerilya dalam melawan pasukan Belanda. Perempuan kelahiran 1870 ini dikenal tangguh dan berani melawan Belanda.

Berkat perjuangannya melawan Belanda, Cut Meutia ditetapkan menjadi pahlawan nasional pada tahun 1964.

Baca Juga: Nama-nama Pahlawan Nasional yang Gugur Usia Muda, Mulai Umur 17 Tahun, 24 Tahun Hingga 26 Tahun


6.Laksamana Malahayati

Laksamana Malahayati merupakan pejuang yang berhasil membunuh Cornelis de Houtman, salah satu tokoh besar Belanda yang pertama kali melihat adanya potensi perdagangan di Indonesia.

Cornelis de Houtman tewas dalam perjalanan keduanya di atas geladak kapal di Aceh saat pertempuran dengan pasukan Inong Balee yang dipimpin Malahayati tanggal 11 September 1599 dalam pertempuran satu lawan satu dengan Malahayati.

Keberanian Malahayati tidak luput dari peran keluarganya yang merupakan kaum bangsawan.

Perjuangan Malahayati bermula setelah suaminya gugur dalam peperangan.

Lalu Malahayati membentuk pasukan Inong Balee, yaitu pasukan yang berisi para janda yang suaminya gugur dalam peperangan.

Meskipun pasukan ini terdiri dari perempuan, Inong Balee berhasil membangun benteng setinggi 100 meter.

Tidak hanya itu, pasukan ini juga memiliki pangkalan militer sendiri di Teluk Lamreh Krueng Jaya.

Sayangnya perjuangan Malahayati harus berhenti di tahun 1606. Ia gugur dalam medan pertempuran saat melawan pasukan Portugis di Selat Malaka.

 

7. Martha Christina Tiahahu

Christina Tiahahu lahir di Nusa Laut, Maluku pada 4 Januari 1800. Bersama ayahnya Kapitan Paulus Tiahahu, ajudan Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura, berani mengangkat senjata melawan penjajah Belanda pada tahun 1817.

Pada 2 Januari 1818, Martha Christina Tiahahu gugur di usia 17 tahun. Martha dikenal sebagai gadis pemberani dan gigih oleh kalangan pejuang, masyarakat hingga musuh karena keberaniannya ikut melawan penjajah.

Perjuangan Martha Christina Tiahahu dikenang oleh masyarakat dengan mendirikan patung yang menyerupai dirinya di daerah Sirimau, Ambon.***