POJOKSATU.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial.
Kali ini, Trump mengklaim bahwa dunia bisa berada dalam kekacauan besar jika dirinya tidak menjadi Presiden Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat wawancara dengan jurnalis ABC News, Jonathan Karl, ketika membahas situasi terbaru terkait hubungan Amerika Serikat dengan Iran, termasuk soal kemungkinan perpanjangan masa gencatan senjata.
Baca Juga: Format Surat Pernyataan KDKMP dan KNMP 2026 Belum Bisa Diunduh Meski Pendaftaran Sudah Resmi Dibuka
Dengan penuh keyakinan, Trump menyebut perannya sangat penting dalam menjaga kestabilan global.
“Jika saya bukan presiden, dunia akan hancur berkeping-keping,” kata Trump dalam wawancara tersebut.
Pernyataan itu langsung menjadi sorotan karena menunjukkan keyakinan Trump bahwa kepemimpinannya menjadi faktor utama dalam menjaga situasi dunia tetap terkendali, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyinggung soal gencatan senjata dengan Iran yang dijadwalkan berakhir pada 22 April.
Ia menilai tidak perlu ada perpanjangan waktu karena optimistis akan ada perkembangan positif dalam waktu dekat.
Trump menyebut bahwa penyelesaian konflik dengan Iran bisa berakhir dalam berbagai kemungkinan, namun ia berharap tercapai kesepakatan yang memungkinkan negara tersebut membangun kembali stabilitasnya.
“Ini bisa berakhir dengan cara apa pun, tetapi saya pikir kesepakatan lebih baik karena mereka bisa membangun negaranya kembali,” ujarnya.
Lebih jauh, Trump mengklaim bahwa kondisi pemerintahan di Iran saat ini telah berubah drastis setelah kelompok-kelompok yang dianggap radikal berhasil disingkirkan.
Menurutnya, langkah itu membuka peluang baru bagi terciptanya stabilitas di kawasan Timur Tengah.
“Mereka benar-benar memiliki rezim yang berbeda sekarang. Kami telah menyingkirkan kaum radikal,” tegas Trump.
Baca Juga: Daftar 74 Pusat UTBK SNBT 2026 Lengkap, Ini Alamat, Kontak, Jadwal, dan Syaratnya
Ucapan Trump tersebut kembali menegaskan gaya komunikasinya yang tegas dan sering memicu kontroversi, terutama ketika menyangkut isu politik internasional.
Pernyataan ini juga dipandang sebagai bagian dari upaya Trump memperkuat citra kepemimpinannya di tengah perhatian dunia terhadap hubungan Amerika Serikat dan Iran.***




