POJOKSATU.ID - Kecelakaan beruntun kembali terjadi di jalur nasional Bawen Salatiga.
Tepat di dekat pintu exit Tol Bawen, Kabupaten Semarang, Senin 17 November 2025 sekitar pukul 14.50 WIB.
Sebuah truk diduga mengalami rem blong dan menghantam empat kendaraan lainnya hingga menyebabkan dua pengemudi luka dan arus lalu lintas sempat lumpuh.
Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, membenarkan insiden itu.
Dua korban luka yakni sopir mobil H 8790 DA bernama Sumadi (42), warga Bandungan, dan sopir Mitsubishi L300 H 8809 TA bernama Sigit Prasetyo, warga Demak.
“Ada dua orang yang mengalami luka, tapi dalam keadaan sadar,” ujar Lingga.
Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Kecelakaan bermula ketika truk BL 8920 AK yang dikemudikan Utep Hidayat, warga Sumedang, melaju dari arah Ungaran menuju Salatiga.
Saat memasuki simpang lampu merah Bawen, truk tersebut diduga kehilangan fungsi rem.
“Remnya tidak berfungsi dengan baik sehingga menabrak kendaraan yang berhenti karena lampu merah,” kata Lingga.
Kendaraan pertama yang dihantam adalah mobil H 8790 DA yang dikendarai Sumadi, disusul Mitsubishi L300 yang dikemudikan Sigit.
Benturan membuat kedua kendaraan tersebut terpental beberapa meter.
Situasi semakin fatal ketika sopir truk mencoba menghindari kerumunan.
Ia membanting setir ke kanan, namun manuver itu justru membuat truk memasuki jalur berlawanan.
Di jalur itu, dua mobil lain datang dari arah Salatiga menuju Ungaran ialah Toyota Avanza H 1408 KO yang dikendarai Sukamto.
Serta Hyundai AD 705 H yang dikemudikan Agus Purwanto (48).
Baca Juga: Begini Mekanisme Pencairan TPG 2025: Guru ASN dan Non ASN Wajib Cek Info GTK
“Karena jarak sangat dekat, dua mobil dari arah berlawanan tidak sempat menghindar,” ujar Lingga.
Akibatnya, empat kendaraan mengalami kerusakan cukup parah, sementara truk penyebab kecelakaan berhenti setelah menabrak Hyundai.
Lokasi yang berada tepat di dekat exit tol dan menjadi jalur utama Semarang Solo membuat arus kendaraan langsung tersendat.
Polisi menyebut kemacetan mengular hingga ratusan meter dari titik kejadian.
Baca Juga: Resmi Diungkap! Begini Jadwal Pencairan TPG Setelah SKTP Terbit Tahun 2025
“Setelah kendaraan dievakuasi, lalu lintas kembali normal,” kata Lingga.
Petugas menurunkan dua mobil derek untuk menarik kendaraan yang rusak, sementara jalur sempat ditutup sebagian selama proses evakuasi.
Peristiwa ini menambah panjang daftar kecelakaan di wilayah Bawen, Tuntang, dan Tengaran.
Tiga titik yang oleh Polres Semarang disebut sebagai kawasan paling rawan kecelakaan.
“Melihat wilayah tersebut dilewati jalan nasional, dengan arus lalu lintas yang ramai,” jelas Lingga.
Data Polres Semarang sejak Januari hingga awal November 2025 mencatat 552 kecelakaan dengan 100 korban meninggal dunia.
Angka itu menempatkan Polres Semarang sebagai peringkat lima dengan fatalitas tertinggi di Jawa Tengah.
Kecelakaan ini terjadi di tengah digelarnya Operasi Zebra Candi 2025.
Operasi tersebut berfokus pada pencegahan pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.
Baca Juga: Info GTK Di-update, Kode TPG Triwulan 3 Berubah Serentak!
“Tujuannya menciptakan kondisi aman menjelang Natal dan Tahun Baru,” kata Lingga.
Ia menegaskan kembali pentingnya perawatan kendaraan, terutama truk dan kendaraan besar yang melintasi jalur menurun seperti Bawen.
“Pengecekan rem harus menjadi prioritas. Banyak kecelakaan berat terjadi karena faktor teknis yang sebenarnya bisa dicegah,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, sopir truk Utep Hidayat telah diamankan untuk dimintai keterangan.
Penyidik juga melakukan pemeriksaan teknis terhadap kondisi rem, sistem pengereman udara, serta kelayakan muatan truk.
Polisi belum memastikan apakah ada unsur kelalaian atau pelanggaran yang membuat rem truk tidak berfungsi.***




