POJOKSATU.id, PURWAKARTA—Kecelakaan maut melibatkan 10 kendaraan mengarah Jakarta terjadi di Tol Cipularang Km 93 Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (5/3) sekira pukul 20.20 WIB.

Kecelakaan beruntun ini disebabkan truk kontainer diduga mengalami rem blong sehingga menabrak dua truk besar, lima mobil pribadi, satu mobil travel, dan satu mobil pikap di lokasi.

Tiga orang tewas dan tujuh korban lainnya mengalami luka-luka dan saat ini dirawat di RS Abdul Radjak, Purwakarta.

Dari data Rumah Sakit Abdul Radjak Purwakarta, Jumat (6/3/2026) dini hari, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut bertambah menjadi tiga orang.

Baca Juga: Kampus Budi Luhur Siap Bersaing: Bawa Pendidikan Tinggi Indonesia ke Panggung Global


Korban Tewas dari Mobil Pikap

Tiga korban meninggal berasal dari sopir dan penumpang mobil pikap nomor polisi B 9718 VAF. Dua penumpang mobil pikap tewas di lokasi kejadian.

Sementara pengemudi mobil pikap tewas di Rumah Sakit Abdul Radjak Purwakarta setelah sempat mendapat penanganan medis.

Adapun korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut, yakni Eman Wahyudi (36), pengemudi mobil warga Cikeas Udik, Gunungputri, Kabupaten Bogor.

Dua penumpang mobil tersebut juga meninggal dunia, yakni Muhammad Reza (29) warga Duren Mekar, Bojongsari, Kota Depok, dan Wisnu Nugroho (31) warga Bojongsari Baru, Kota Depok.

Baca Juga: Serangan Fajar


Kesaksian Korban Selamat

Salah satu korban selamat, Afriandi, pengemudi mobil pribadi jenis Mazda asal Bandung, mengaku mobil yang dikemudikannya berada di bagian depan saat arus kendaraan melambat sebelum kecelakaan terjadi.

Ia mengatakan secara tiba-tiba sebuah truk besar berwarna oranye menabrak bagian belakang mobilnya hingga kendaraan tersebut menghantam pembatas jalan.

"Saya merasa mobil saya berada paling depan saat terjadi perlambatan. Tiba-tiba ada truk besar warna oranye menghantam bagian belakang mobil hingga mobil menghantam pembatas jalan. Ibu saya yang duduk di tengah mengalami patah tulang," kata Afriandi.

Dalam kejadian tersebut, ibu Afriandi bernama Yusniwel (60) mengalami patah tulang akibat benturan.***