POJOKSATU.id- Kebakaran hebat yang melanda gedung kantor Terra Drone Indonesia di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025), menelan 20 korban jiwa.
Seluruh jenazah telah dievakuasi dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi menyeluruh oleh tim DVI Polri.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 12.40 WIB. Api pertama kali muncul dari area gudang baterai di lantai dasar gedung.
Menurut laporan awal petugas, sejumlah karyawan sempat mencoba memadamkan api menggunakan APAR.
Baca Juga: Rahasia UMKM Laris Tanpa Diskon! Strategi yang Jarang Disadari Pelaku Usaha
Namun asap tebal dan panas tinggi membuat situasi cepat tidak terkendali. Api kemudian menjalar ke beberapa bagian gedung dalam hitungan menit.
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menerima laporan kebakaran pada pukul 12.47 WIB.
Tak lama berselang, lebih dari 28 unit mobil pemadam kebakaran tiba dan langsung melakukan pemadaman, penyisiran, serta evakuasi personel yang terjebak di lantai atas.
Baca Juga: Update Kebakaran Ruko Terra Drone, Petugas Akui Kesulitan Evakuasi 20 Jenazah dari Lantai 7
Namun, saat pemadaman berlangsung, kondisi asap pekat sudah memenuhi gedung.
Banyak karyawan yang sedang beraktivitas maupun beristirahat di lantai dua hingga enam diduga terjebak karena jalur evakuasi tertutup asap.
Sekitar pukul 15.30 WIB, petugas berhasil mengevakuasi 20 kantong jenazah dari dalam gedung. Data awal menyebutkan korban terdiri dari 5 laki-laki dan 15 perempuan.
Tim kepolisian mengonfirmasi bahwa tidak ditemukan luka bakar berat pada sebagian besar tubuh korban.
Dugaan sementara mengarah pada asfiksia akibat menghirup asap, yang menandakan bahwa korban kemungkinan besar tidak mampu keluar saat asap menyelimuti gedung.
Kapolres Metro Jakarta Pusat menyatakan bahwa penyebab pasti kebakaran sedang didalami oleh tim Labfor Polri.
Meski dugaan awal berasal dari baterai lithium yang mengalami overheat, penyidik tetap akan mengusut apakah terdapat unsur kelalaian.
Kurangnya sistem proteksi kebakaran, atau pelanggaran prosedur keselamatan kerja.
Saksi mata menyebutkan bahwa asap hitam pekat terlihat membubung tinggi dari gedung tersebut sebelum petugas damkar tiba.
Baca Juga: Update Kebakaran Ruko Terra Drone, Petugas Akui Kesulitan Evakuasi 20 Jenazah dari Lantai 7
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi sempat panik, sementara petugas kepolisian menutup sebagian Jalan Letjen Suprapto untuk memberikan akses bagi armada pemadam.
Di RS Polri, tim DVI telah menyiapkan proses identifikasi menggunakan metode sidik jari, rekam medis, hingga tes DNA. Keluarga korban mulai berdatangan untuk memberikan data antemortem.
Hingga berita ini diturunkan, proses pendinginan masih berlangsung dan tim penyidik telah memasuki beberapa area gedung yang sudah dinyatakan aman.
Baca Juga: Update Kebakaran Ruko Terra Drone, Petugas Akui Kesulitan Evakuasi 20 Jenazah dari Lantai 7
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi ini
Dan menegaskan akan mendukung penuh proses identifikasi serta memberikan pendampingan kepada para keluarga korban.
Kebakaran ini menjadi salah satu insiden dengan jumlah korban tewas terbanyak di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Update Korban Kebakaran Gedung Terra Drone Cempaka Baru, 20 Tewas, 15 Wanita Termasuk Ibu Hamil
Publik pun mendesak pemerintah untuk mengevaluasi standar keselamatan gedung perkantoran.
Terutama gedung yang memiliki fasilitas penyimpanan baterai dan perangkat elektronik sensitif.
Investigasi lebih lanjut masih berlangsung. Polisi diperkirakan akan merilis perkembangan terbaru setelah hasil olah TKP dan pemeriksaan laboratorium forensik selesai.
Tim damkar juga akan membuat laporan teknis mengenai dinamika penyebaran api serta kendala evakuasi yang memperparah jumlah korban jiwa.
Baca Juga: Update Kebakaran Ruko Terra Drone, Petugas Akui Kesulitan Evakuasi 20 Jenazah dari Lantai 7
Tragedi ini menjadi pengingat betapa pentingnya sistem pencegahan kebakaran dan jalur evakuasi yang aman di gedung bertingkat.
Sementara itu, keluarga korban kini menunggu kabar dan hasil identifikasi yang dilakukan oleh pihak RS Polri.
Informasi lebih lengkap akan diumumkan setelah proses resmi selesai.***




