POJOKSATU.ID - Tragedi memilukan terjadi di kawasan selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin pagi, 12 Mei 2025.

Sebuah ledakan dahsyat mengguncang area pemusnahan bahan peledak di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, menewaskan dan melukai sejumlah warga.

Insiden ini sontak menggemparkan masyarakat sekitar dan menjadi perbincangan hangat di berbagai grup media sosial, khususnya WhatsApp warga Garut Selatan.

Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, ledakan terjadi antara pukul 09.00 hingga 10.00 WIB di kawasan pesisir Pantai Cibalong.

Baca Juga: Ketua DPRD Karawang Serukan Semangat Waisak untuk Perdamaian Dunia dan Persatuan Bangsa

Ledakan tersebut bukan berasal dari latihan militer, melainkan dari kegiatan pemusnahan peluru dan amunisi kadaluarsa yang dilakukan oleh pihak berwenang di area tersebut.

Setelah ledakan awal terjadi, sejumlah warga yang penasaran mendekati lokasi untuk mengumpulkan sisa-sisa logam seperti kuningan dan pecahan peluru (piston) yang dinilai memiliki nilai jual.

Namun naas, mereka tidak menyadari bahwa masih terdapat bahan peledak yang belum meledak sepenuhnya.

Baca Juga: TNI dan Warga Karawang Bersihkan Irigasi di Adiarsa Timur, Terinspirasi Gebrakan KDM

Salah satu sisa amunisi tersebut akhirnya meledak kembali secara tiba-tiba, menimbulkan ledakan susulan yang menyebabkan banyak korban.

Ledakan kedua ini terjadi saat warga sedang mengais barang-barang bekas di lokasi, tanpa perlindungan atau prosedur keselamatan.

Dedi Duha, salah satu keluarga korban, mengungkapkan bahwa saat ini saudaranya telah dilarikan ke RSUD Pameungpeuk.

Dalam keterangannya yang dikutip dari Tribunjabar.id, Dedi mengatakan keluarga masih menunggu proses otopsi terhadap jenazah kerabatnya.

Baca Juga: 55 Tahun Menabung, Perempuan Pedagang Sate dari Madina Sumut ini Berhasil Naik Haji Tahun 2025

“Kami sedang menunggu, katanya almarhum mau diotopsi dulu,” ujar Dedi, Senin siang.

Ia juga mengungkapkan bahwa setidaknya ada 13 orang korban dalam insiden ini.

Namun, rincian lengkap mengenai kondisi mereka masih simpang siur karena situasi yang penuh kepanikan.

“Ada 13 orang korban, kronologinya kami belum tahu jelas. Kami semua masih panik. Mohon doa untuk Kang Rush, semoga husnul khatimah,” tambah Dedi dengan nada sedih.

Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 11 orang telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pameungpeuk.

Baca Juga: RAGU PILIIH SEKOLAH Dimna Jelang SPMB 2025, CEK DULU Akreditasi Sekolah, Langkah Penting Ini JANGAN DILUPAKAN

Beberapa korban mengalami luka parah, bahkan tubuh sebagian dari mereka dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat ledakan.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian atau instansi terkait mengenai total korban jiwa maupun identitas para korban secara lengkap.

Insiden tragis ini menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Pameungpeuk dan sekitarnya.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan dan evakuasi yang cepat serta memberikan informasi resmi kepada publik untuk menghindari kepanikan lebih lanjut.

Baca Juga: Kinerjanya sebagai Anggota Dewan Disorot usai Pamer Momen Kebersamaan dengan Fuji, Verrell Bramasta : Sebagai WNI, Boleh kan Kami Bahagia?

Tragedi ini juga memicu pertanyaan besar mengenai prosedur keamanan dalam proses pemusnahan bahan peledak, serta sejauh mana mitigasi risiko dilakukan untuk mencegah keterlibatan warga sipil di area berbahaya.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian dan mengamankan area sekitar pantai guna mencegah jatuhnya korban lanjutan.

Masyarakat diminta menjauhi lokasi dan tidak melakukan aktivitas pencarian material sisa ledakan demi alasan keselamatan. ***