POJOKSATU.ID - Suasana haru menyelimuti Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, saat Gubernur NTT Melkiades Laka Lena menemui keluarga korban tenggelamnya KM Putri Sakinah.

Pertemuan itu menjadi momen penuh emosi ketika istri pelatih Valencia B Putri, Fernando Martin Careras, menyampaikan permohonan dengan air mata.

Di hadapan Gubernur Melkiades, Mar Martines Ortuno, istri Fernando, memohon agar suami dan anak-anaknya yang masih hilang segera ditemukan.

Baca Juga: Beli Token atau Bayar Listrik 31 Desember 2025 Banyak Diskon, Ini Daftar Aplikasinya

Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan harapan terakhirnya kepada pemerintah dan tim penyelamat.

“Saya mohon,” ucap Mar Martines Ortuno sambil menangis, dikutip pojoksatu.id dari kompas.com (30/12/2025).

Gubernur NTT Melkiades Laka Lena tampak berusaha menenangkan keluarga korban.

Baca Juga: Layani Jemaah Haji, Petugas Indonesia Disiapkan dengan Sistem Ala Barak, Kemenhaj Terapkan Diklat Semi-Militer

Ia memastikan bahwa seluruh unsur terkait akan bekerja maksimal dalam upaya pencarian korban yang hingga kini belum ditemukan.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin. Semua tim akan terus melakukan pencarian sampai ditemukan,” ujar Melkiades di hadapan keluarga korban.

Fernando Martin Careras bersama tiga anaknya dilaporkan hilang setelah kapal KM Putri Sakinah yang mereka tumpangi tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, pada Jumat (26/12/2025).

Baca Juga: Geger Nasional! Lebih dari 58 Persen Guru Agama SD Ternyata Tak Fasih Baca Al-Qur’an, Kemenag Bunyi Alarm Darura

Insiden tersebut menjadi salah satu tragedi laut yang mengguncang masyarakat NTT dan publik nasional.

Upaya pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan telah membuahkan hasil sebagian. Salah satu anak Fernando ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (29/12/2025).

Penemuan tersebut semakin menambah duka mendalam bagi keluarga yang masih berharap anggota keluarga lainnya dapat ditemukan.

Baca Juga: Kenapa Token PLN Tak Bisa Dibeli Tengah Malam? Ternyata Ini Penyebabnya

Tragedi ini menyisakan luka mendalam, terutama bagi Mar Martines Ortuno yang harus kehilangan anaknya dan masih menanti kabar dua anak serta suaminya.

Tangisan dan permohonan sang istri menjadi simbol kepedihan keluarga korban di tengah proses pencarian yang masih berlangsung.

Gubernur Melkiades menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, serta unsur maritim lainnya untuk memperluas area pencarian.

Baca Juga: Tanggal 1 Januari Pasar Tanah Abang Tutup, Begini Kata Pengelola

Kondisi cuaca dan arus laut di sekitar Pulau Padar menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat.

“Kami memahami betul duka yang dirasakan keluarga. Negara hadir dan tidak akan berhenti melakukan pencarian,” tegas Melkiades.

Peristiwa tenggelamnya KM Putri Sakinah juga kembali memunculkan sorotan soal keselamatan transportasi laut di kawasan wisata Labuan Bajo.

Baca Juga: Heboh Kapolri Minta Polisi Tak Baper Soal ‘No Viral No Justice’, Kritik Publik Jadi Alarm Reformasi

Publik berharap tragedi serupa tidak terulang dan ada evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan pelayaran.

Hingga kini, pencarian terhadap Fernando dan dua anaknya masih terus dilakukan.

Keluarga korban dan masyarakat berharap ada keajaiban di tengah upaya keras tim penyelamat yang bekerja siang dan malam.***