POJOKSATU.id, PALEMBANG-- Kesedihan mendalam dirasakan Anwaruddin warga Way Kanan Lampung. Dia kehilangan tiga anggota keluarganya sekaligus dalam tragedi bus ALS 346.

Anwaruddin kehilangan anak kandungnya Aldi Sulistiawan (26) bersama cucunya Bella (1,8) dan menantunya Rani (24) dalam kecelakaan di maut bus ALS di Karang Jaya, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel.

Paling menyedihkan cucunya tewas dalam dekapan menantunya dalam kejadian kebakaran bus ALS nomor pintu 346 tersebut.

Anwaruddin mengaku masih terngiang komunikasi terakhir dengan almarhum anaknya sebelum berangkat menaiki bus ALS.

Baca Juga: Kemenhub Tuding Izin Operasi Bus ALS 346 Sudah Mati Sejak 2020, Manajemen Langsung Membantah

"Saya sangat miris kalau ingat. Dia bilang, 'Bapak jangan ke mana-mana, tidak usah merantau-merantau lagi, di rumah saja'. Saking sayangnya dia sama saya," kenang Anwaruddin sembari menahan tangis saat ditemui wartawan di RS Bhayangkara Palembang, Jumat (8/5/2026).

Selama perjalanan menuju Pekanbaru, komunikasi antara Aldi dan ayahnya masih terjalin melalui pesan singkat.

Aldi sempat mengeluhkan kondisi bus yang ia tumpangi karena bus ini mogok setelah melewati Baturaja Provinsi Lampung.

“Katanya bodi belakang itu sudah keluar asap. Berhenti sekitar jam 4 sore dan baru jalan lagi sekitar jam 11 atau 12 malam setelah diperbaiki," tuturnya.

Baca Juga: Wagub Abdullah Sani Tutup Pekan Budaya Sarolangun, Tekankan Budaya Jadi Solusi Global

Atas musibah ini, Anwarudin berharap adanya pertanggungjawaban dari pihak PT ALS.

Ia juga menyoroti kondisi bus yang dianggapnya sudah tidak layak untuk menempuh perjalanan jauh serta tumpukan barang paket yang memenuhi ruang penumpang.

"Harapan saya jangan sampai ada korban lagi. Mobilnya sudah tua. Seharusnya sudah tidak beroperasi untuk jalan jauh. Sopirnya juga kabarnya ugal-ugalan. Cukup keluarga saya yang jadi korban terakhir," tegasnya.

Kini, Anwaruddin dan keluarga besar hanya bisa pasrah sembari menunggu proses identifikasi jenazah anak, menantu, dan cucunya di RS Bhayangkara Palembang untuk segera dibawa pulang dan dimakamkan.

Sementara itu, Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Budi Susanto, menjelaskan bahwa mereka menemukan jenazah yang berpelukan antara ibu dan anaknya.

Berdasarkan pemeriksaan Tim Disaster Victim Identification (DVI) kondisi dua jenazah tersebut sedang berpelukan dimana anak ini berada di dalam pelukan ibunya.

Temuan ini terungkap saat petugas melakukan pemeriksaan mendalam terhadap 16 kantong jenazah yang tiba dari lokasi kejadian.***