POJOKSULSEL, BONE - Seleksi Tilawatil Quran Hadits (STQH) XXXIII Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Selayar, telah ditutup oleh Wakil Bupati Kepulauan Selayar pada Senin, 8 Mei 2023.

Pada pagelaran STQH Sulsel tersebut, santri Madrasah Tahfiz Alquran (MTaQ) Pondok Pesantren Modern al-Junaidiyah Biru, Kabupaten Bone, yang keluar untuk mewakili beberapa kabupaten, kembali sukses meraih prestasi yang menggembirakan, khususnya di cabang tahfiz Alquran dan tafsir Alquran.

Untuk cabang tahfiz Alquran, santri MTaQ Pondok Pesantren Modern al-Junaidiyah Biru, sukses menempatkan 3 finalis pada cabang MHQ golongan 30 juz. Hasil final MHQ golongan 30 Juz putri, Muslihah Jamaluddin yang mewakili Kabupaten Bone kembali berhasil meraih juara 1. Ini adalah kali kedua Muslihah menjuarai loba hafalan golongan 30 juz putri, yang pada MTQ Sulsel yang berlangsung di Kabupaten Bone tahun lalu, juga keluar sebagai juara 1.

Kemudian selanjutnya, Muthmainnah yang mewakili Kabupaten Bulukumba sukses meraih juara 3 MHQ golongan 30 juz putri. Demikian juga pada cabang MHQ golongan 30 juz putra, Jazril Rahmat juga sukses meraih juara ke 2. Pada MHQ golongan 20 juz putri, Lutfiyah Ananda meraih juara harapan 3.

Selain mendominasi juara pada cabang hafalan Alquran golongan 30 juz pada STQ Sulsel tahun ini, hasil binaan MTaQ Pondok Pesantren Modern al-Junaidiyah Biru juga sukses menyabet dua medali pada cabang Tafsir Bahasa Arab putri. Adalah Nurfaizah Jamaluddin, tahun ini kembali meraih juara 1 untuk yang keempat kalinya setelah tiga tahun sebelumnya secara berturut-turut menjadi juara pada MTQ/STQ.

Nurfaizah Jamaluddin bahkan telah 2 kali sukses meraih juara 2 pada MTQ/STQ Nasional dan sekali meraih juara 3 untuk cabang Tafsir Alquran Bahasa Arab. Selanjutnya disusul Annisya Dwiresky Kaswarah yang juga sukses meraih juara 3 tafsir Bahasa Arab. Kemudian, Nurqadrianti Arifin meraih harapan 3 cabang Tafsir Bahasa Arab Putri, mewakili Kabupaten Pinrang.

Kepala MTaQ Pondok Pesantren Modern al-Junaidiyah Biru, Imas Aas Asroriyah, yang ikut mendampingi para santri berlomba di Kepulauan Selayar saat dikonfirmasi mengatakan, keberhasilan para santri MTaQ bukan hanya buah hasil pembinaannya, namun itu juga tidak lepas dari kepercayaan yang diberikan kepada mereka.

"Kita meyakini bahwa potensi santri kita tidak kalah dengan santri yang berasal dari luar daerah, termasuk yang dari luar Sulawesi Selatan," katanya.

"Kita hanya perlu memberi kesempatan kepada mereka setiap ada kesempatan dan kita harus yakin dengan produk binaan kita sendiri. Jika ikhtiar itu sudah dilakukan, sisa bagaimana rezekinya anak-anak saja dari Allah”, sambung Imas Aas Asroriyah.

Sukses yang dicapai para penghafal Alquran dari Pesantren Modern al-Junaidiyah Biru yang dulu dikenal dengan nama Pesantren Ma’had Hadits Biru pada STQ Sulsel tahun ini di Kepulauan Selayar, memang patut dibanggakan.

Apalagi secara historis, telah banyak santri dari pesantren ini yang berhasil menorehkan prestasi-prestasi di tingkat provinsi hingga nasional setiap diadakan perhelatan MTQ/STQ, atau event-event sejenis. Tradisi juara hafalan Alquran nampaknya memang menjadi salah satu bukti kelebihan pesantren ini dalam mendidik dan mencetak penghafal Alquran yang mutqin.

(*/pojoksulsel)